monopolisumselnews | MUBA – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara (Medan), dan Sumatera Barat (Padang) memantik gelombang kepedulian dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Pemerintah Kelurahan Balai Agung di bawah kepemimpinan Lurah Musmulyadi, yang menginisiasi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu para korban.
Tak hanya dilakukan di kantor kelurahan maupun di jalanan, aksi solidaritas ini menyentuh ruang-ruang sosial masyarakat, termasuk acara resepsi pernikahan warga. Musmulyadi mengatakan, pendekatan tersebut sengaja dilakukan untuk memperluas jangkauan partisipasi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa semangat gotong royong bisa muncul dari mana saja, bahkan di tengah suasana bahagia,” ujarnya.
Dengan izin mempelai dan keluarga, tim relawan bersama para ketua RT membuka posko donasi kecil di sudut area resepsi. Respons tamu undangan disebut sangat positif; usai memberi ucapan selamat kepada pengantin, banyak yang meluangkan waktu untuk memasukkan donasi.
Hingga saat ini, dari tiga titik penggalangan dana di acara resepsi—yakni di Danau Laut dan Perumnas—terkumpul donasi awal sebesar Rp9.660.000. Penggalangan dana dijadwalkan berlangsung hingga 20 Desember 2026.
Dana yang terkumpul nantinya akan diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin pada 21 Desember, agar dapat segera diteruskan kepada para korban bencana di tiga provinsi tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian warga Kelurahan Balai Agung. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh, Medan, dan Padang,” tutup Musmulyadi.
Laporan: Indra






