monopolinews.com | Prabumulih – Polemik kasus penggelapan motor hasil tarikan leasing yang menyeret pria berinisial RA akhirnya mendapat tanggapan resmi dari PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk.
Melalui surat bernomor 241/IV/CS/2026 tertanggal 20 April 2026, perusahaan pembiayaan yang dikenal dengan brand WOM Finance tersebut menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan yang sebelumnya dimuat oleh Monopolinews.com pada 14 April 2026.
Dalam keterangan resminya, pihak perusahaan menegaskan bahwa RA sudah tidak lagi berstatus sebagai karyawan sejak Juni 2025, atau beberapa bulan sebelum peristiwa penggelapan yang terjadi pada Oktober 2025.
“Pelaku dengan inisial RA tidak lagi berstatus sebagai karyawan WOM Finance terhitung sejak bulan Juni 2025,” demikian isi pernyataan resmi perusahaan.
Selain itu, WOM Finance juga menyatakan telah mengambil langkah kooperatif dengan aparat penegak hukum dalam penanganan kasus tersebut.
Perusahaan memastikan pihaknya bekerja sama dengan kepolisian untuk mengusut tuntas perkara, sebagai bentuk tanggung jawab serta komitmen terhadap penyelesaian kasus.
Dalam pernyataan yang sama, perusahaan menegaskan komitmennya sebagai perusahaan pembiayaan untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik.
“WOM Finance berkomitmen untuk bertindak tegas terhadap setiap bentuk potensi pelanggaran atau tindakan kejahatan guna menjaga kepercayaan seluruh stakeholder,” tulis manajemen.
Surat klarifikasi tersebut ditandatangani oleh Cincin Lisa Hadi, selaku Direktur/Sekretaris Perusahaan.
Pihak WOM Finance juga berharap klarifikasi ini dapat menjadi pertimbangan bagi media dalam menjaga keberimbangan informasi kepada publik.
Sebelumnya, kasus ini diungkap oleh Polres Prabumulih, di mana RA diamankan atas dugaan penggelapan satu unit sepeda motor hasil tarikan leasing dengan nilai kerugian sekitar Rp4,1 juta.
Dengan adanya klarifikasi ini, ditegaskan bahwa tindakan pelaku tidak lagi berkaitan dengan statusnya sebagai karyawan aktif perusahaan saat kejadian berlangsung.






