monopolinews.com | PALI – Lebih dari satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, S.T. dan Iwan Tuaji, S.H., mendapat sorotan dari pengamat politik sekaligus advokat dan mediator, Puput Warsono, S.H., C.Med.
Menurut Puput, pasangan kepala daerah yang terpilih secara demokratis pada Pilkada 2024 tersebut memperoleh 46.115 suara atau sekitar 40,72 persen dari total suara sah, mengungguli tiga pasangan calon lainnya. Keduanya resmi menjabat sejak 20 Februari 2025.
Puput menilai sejauh ini kinerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Asgianto dan Iwan Tuaji cukup baik dan patut diapresiasi.
“Saya melihat sejauh ini pencapaian pemerintah sudah cukup baik dan layak kita apresiasi bersama. Meskipun tentu tidak mudah untuk langsung merealisasikan seluruh janji politik yang disampaikan saat kampanye Pilkada lalu,” ujar Puput.
Ia mengaku tetap optimistis Kabupaten PALI akan mengalami percepatan pembangunan di berbagai sektor.
“Saya optimistis di bawah kepemimpinan Asgianto dan Iwan Tuaji, Kabupaten PALI bisa melesat lebih cepat dalam berbagai aspek, seperti pendidikan, ekonomi kreatif, keagamaan, pembangunan infrastruktur, serta sektor pendukung lainnya,” katanya.
Menurutnya, dengan potensi yang dimiliki, PALI tidak hanya mampu mengejar ketertinggalan, tetapi juga berpeluang melampaui kemajuan sejumlah kabupaten dan kota lain di Provinsi Sumatera Selatan.
Selain itu, Puput juga menilai dinamika demokrasi di Kabupaten PALI berjalan cukup baik. Hal tersebut terlihat dari hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD yang tetap berjalan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
“Saya melihat di Kabupaten PALI ini model demokrasinya cukup baik. Pemerintah dan legislatif menjalankan perannya sesuai tupoksi masing-masing,” jelasnya.
Ia juga menyoroti banyaknya media massa di Kabupaten PALI, baik media online maupun cetak, yang turut berperan dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Menurut Puput, keberadaan media tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong terciptanya good governance atau tata kelola pemerintahan yang baik.
“Good governance itu mencakup prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi, efektivitas, dan kesetaraan. Jika prinsip ini dijalankan, maka pelayanan publik akan semakin baik dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah juga meningkat,” ujarnya.
Meski demikian, Puput mengingatkan bahwa tidak ada pemerintahan yang sempurna. Karena itu, kritik dan masukan tetap diperlukan, namun harus disampaikan dengan cara yang santun dan beretika.
“Jika memang ada kesalahan atau kekurangan dari pemerintah maupun pihak lainnya, mari kita mengingatkan dengan cara yang baik, santun, dan tetap menghormati adat serta budaya yang ada,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Puput mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan membangun Kabupaten PALI.
“Kalau kita benar-benar mencintai daerah ini, mari kita jaga, kita rawat, dan kita bangun bersama. Berikan kesempatan kepada para pemimpin kita untuk bekerja dan mengabdikan diri demi kemajuan masyarakat Kabupaten PALI,” pungkasnya.
Laporan : Maryadi






