monopolisumselnews | Prabumulih – Menjelang tiga hari sebelum Hari Raya Idul Fitri, aktivitas di Pasar Belakang Kota Prabumulih masih jauh dari kata ramai.
Kondisi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana biasanya pasar mulai dipadati pembeli yang berburu kebutuhan pokok untuk persiapan lebaran.
Berdasarkan pantauan di lapangan, penjualan daging sapi potong maupun ayam potong masih terbilang lesu.
Baik pedagang di kios kecil maupun lapak besar mengalami penurunan jumlah pembeli yang cukup signifikan.
“Biasanya, dari seminggu sebelum lebaran, pasar ini sudah penuh sesak. Tapi sekarang masih sepi, mungkin karena daya beli masyarakat menurun,” ujar seorang pedagang daging sapi yang enggan disebutkan namanya, Jumat (28/03/2025).
Sementara itu, harga bahan pokok justru mengalami kenaikan. Harga daging sapi saat ini berkisar antara Rp150.000 hingga Rp160.000 per kilogram, naik dari harga normal Rp130.000 per kilogram.
Ayam potong dijual seharga Rp27.000 hingga Rp28.000 per kilogram, mengalami kenaikan dari harga sebelumnya.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas lain seperti cabai dan bawang, yang harganya meningkat sekitar 10-15% dari harga normal.
Menurut para pedagang, salah satu faktor yang mempengaruhi sepinya pasar adalah kondisi ekonomi yang belum stabil. Banyak masyarakat yang lebih selektif dalam berbelanja dan menyesuaikan pengeluaran dengan kebutuhan utama.
“Mungkin juga banyak yang menunggu harga turun di hari terakhir sebelum lebaran, jadi sekarang masih pada menahan belanja,” tambah pedagang lainnya.
Meskipun kondisi pasar masih sepi, para pedagang berharap peningkatan transaksi akan terjadi dalam dua hari ke depan seiring semakin dekatnya perayaan Idul Fitri.
Namun, mereka juga khawatir jika lonjakan harga yang terus terjadi justru semakin menekan daya beli masyarakat dan membuat penjualan tetap stagnan.






