monopolisumselnews | Prabumulih – Rencana relokasi pedagang Pasar Subuh dari sepanjang Jalan Jendral Sudirman ke Lapangan eks Polsek Prabumulih Timur mulai menimbulkan keresahan di kalangan pedagang.
Mereka mempertanyakan status kepemilikan lahan dan takut akan terjadinya pengusiran jika lokasi baru ternyata bukan milik Pemerintah Kota.
Siti, salah satu pedagang, menyampaikan bahwa para pedagang tidak menolak relokasi, namun khawatir akan ketidakjelasan status hukum lahan.
“Kami takut belum lama berdagang, tiba-tiba disuruh pindah lagi karena katanya lahan itu milik pribadi dan dalam sengketa,” ujarnya.
Kekhawatiran lain muncul terkait potensi turunnya pendapatan karena kehilangan pelanggan, serta munculnya pedagang baru yang bukan berasal dari lokasi awal Pasar Subuh.
Selain itu, warga sekitar lokasi relokasi juga mengeluhkan dampak lingkungan yang bisa ditimbulkan dari aktivitas pasar.
Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Walikota Prabumulih, Frangky Nasril, memberikan klarifikasi.
Ia menyebut relokasi ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kota untuk kepentingan bersama dan akan ditindaklanjuti dengan kebijakan lanjutan oleh Walikota Prabumulih, H. Arlan.
“Yang terpenting saat ini adalah relokasi dilakukan terlebih dahulu. Setelah itu, ada wacana-wacana dan program lanjutan. Masyarakat dan para pedagang jangan takut, insya Allah pemerintah akan bertanggung jawab penuh,” ujarnya.
Frangky menegaskan, Pemerintah Kota meminta dukungan semua pihak, baik pedagang, warga sekitar, maupun elemen lain untuk menyukseskan kebijakan ini.
Koordinasi pun terus dilakukan secara aktif untuk memastikan kelancaran relokasi.
“Terkait masalah-masalah seperti limbah dan lainnya, sambil berjalan akan kita cari solusi terbaiknya,” tambahnya.
Saat ini, proses pendataan pedagang terus berlangsung untuk memastikan hanya pedagang lama yang berhak mendapatkan lapak.
“Setiap data kami evaluasi dan validasi. Yang diutamakan adalah pedagang yang memang selama ini berdagang di Pasar Subuh Jalan Jendral Sudirman. Jangan sampai ada pedagang baru atau susupan,” tegasnya.
Frangky juga menyampaikan bahwa fasilitas di lokasi baru sedang dilengkapi, seperti area parkir, toilet, dan penerangan.
“Sudah kita siapkan 50 titik lampu penerangan, dan lokasi terus kita benahi,” ungkapnya.
Pemerintah Kota berharap relokasi ini dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan gejolak di lapangan.
“Ini murni untuk kepentingan masyarakat banyak dan Kota Prabumulih ke depan,” tutupnya.






