monopolinews.com | Prabumulih — Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kepungan kabut asap diwujudkan melalui aksi sosial bertajuk Peduli Paru-Paru Masyarakat yang digelar Monopolinews.com bersama Prabumulih Siru dan komunitas T42 di kawasan Tugu Patung Kuda, Kota Prabumulih, Jumat (23/10/2026).
Dalam kegiatan memperingati hari jadi ke-8 Monopolinews.com dan ke-7 Prabumulih Siru tersebut, sebanyak Ribuan masker dan Ratusan nasi kotak disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat, terutama pengendara sepeda motor dan anak-anak.
Aksi ini menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang setiap hari harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang tercemar asap.
Bagi pengendara sepeda motor, pedagang, pekerja lapangan, hingga anak-anak yang beraktivitas di luar rumah, paparan polusi udara menjadi persoalan kesehatan yang tidak boleh diabaikan.
Koordinator Pelaksana, Aden Tamrin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan pernapasan di tengah kondisi kabut asap.
“Melalui kegiatan Peduli Paru-Paru Masyarakat ini, kami ingin berbagi sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan. Kami berharap masker yang dibagikan dapat membantu mengurangi paparan polusi saat beraktivitas di luar rumah. Semoga kegiatan sederhana ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Aden Tamrin.
Kepedulian tersebut semakin relevan mengingat kualitas udara di Kota Prabumulih sempat mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.
Berdasarkan laporan yang mengutip data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (22/10/2026) pukul 16.00 WIB, angka pencemaran PM2.5 di Prabumulih mencapai 520 atau masuk kategori berbahaya.
Sementara itu, data pemantauan pada Jumat (23/10/2026) pukul 08.00 WIB menunjukkan ISPU Prabumulih berada pada angka 361, yang juga termasuk kategori berbahaya.
Angka tersebut menjadi peringatan serius karena partikel halus PM2.5 berukuran sangat kecil dan dapat masuk jauh ke dalam paru-paru ketika terhirup. Paparan polutan dalam konsentrasi tinggi perlu diwaspadai, terutama oleh anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan dan jantung.
Kabut asap bukan hanya mengganggu jarak pandang dan membuat udara terasa pengap. Jika terus-menerus terhirup, polutan di dalam asap dapat memicu iritasi dan peradangan saluran pernapasan, batuk berkepanjangan, sesak napas, serta memperburuk penyakit seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Paparan partikel halus yang berulang atau berkepanjangan juga dikaitkan dengan penurunan fungsi paru serta peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke. Besarnya risiko dipengaruhi konsentrasi polutan, lamanya paparan, serta kondisi kesehatan masing-masing orang.
Lebih parah lagi, pada kelompok rentan atau orang yang telah memiliki penyakit penyerta, paparan asap dengan konsentrasi tinggi dapat memicu perburukan kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis. Karena itu, masyarakat tidak seharusnya menganggap batuk, mata perih, atau sesak napas akibat kabut asap sebagai gangguan sepele.
Pembagian masker dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah perlindungan bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan.
Menurut Aden, Masker juga bukan perlindungan mutlak. Masyarakat tetap dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menghindari olahraga berat di luar rumah, serta menjaga agar asap tidak mudah masuk ke dalam ruangan.
Jika mengalami sesak napas berat, nyeri dada, atau kesulitan bernapas, masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis.
Melalui aksi Peduli Paru-Paru Masyarakat, Monopolinews.com, Prabumulih Siru, dan komunitas T42 berharap peringatan hari jadi tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga kesempatan untuk berbagi dan menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat.
Sebab, di tengah kabut asap yang menyelimuti kota, menjaga kesehatan paru-paru bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan kepedulian bersama.






