Kebakaran “Eks” Penyulingan di Sereka MUBA : Api Padam, Tapi Dugaan Main Belakang Membara

Oplus_16908288

monopolisumselnews | MUBA – Langit Desa Sereka, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, mendadak diselimuti asap hitam pekat, Senin (4/8/2025) siang.

Gumpalan asap membumbung tinggi bak menyerupai jamur nuklir yang merobek ketenangan desa.

Setelah ditelusuri, sumber asap diduga berasal dari kebakaran hebat di lokasi penyulingan minyak ilegal yang selama ini disebut aparat sebagai “sudah tidak aktif”.

Api melalap habis area yang diduga milik warga setempat, dan proses pemadaman berlangsung dramatis selama beberapa jam. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Namun, pernyataan dari aparat justru menambah tanda tanya. Polsek Babat Toman mengklaim lokasi tersebut adalah “tirup” alias eks penyulingan yang sudah lama tidak beroperasi.

“Itu tirup, eks penyulingan minyak. Sudah lama tidak aktif,” ujar seorang petugas melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi media, enam jam setelah kebakaran terjadi.

Sayangnya, penjelasan tersebut dianggap ganjil dan sulit dicerna akal sehat. Jika benar sudah tidak aktif, kenapa masih ada bahan mudah terbakar? Jika lokasi mati total, dari mana datangnya api sebesar itu?

Banyak pihak menilai, pernyataan itu sebagai lelucon pahit.

“Kalau memang sudah tidak aktif, bagaimana mungkin bisa terbakar sebesar itu? Ini bukan kebetulan, ini jelas indikasi ada aktivitas tersembunyi di sana,” terang salah satu warga setempat.

Warga sekitar pun menguatkan dugaan tersebut. Meski tak beroperasi tiap hari, mereka menyebut aktivitas mencurigakan masih sering terlihat di malam hari.

“Memang tidak tiap malam, tapi kadang terlihat ada yang masak minyak. Jadi kalau dibilang sudah mati, itu bohong,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Kebakaran ini menambah panjang deretan insiden di wilayah “panas” tambang ilegal Musi Banyuasin. Dan seperti biasa, polanya nyaris tak berubah: lokasi terbakar, api padam, lalu senyap tanpa ujung hukum yang jelas.

# Baca Juga :  Akselerasi Pembangunan 2027 Dimulai, Tata Kelola dan SDM Jadi Prioritas

“Si jago merah cuma membakar lokasi, bukan membakar jaringan mafia minyak di baliknya. Selama tidak ada penegakan hukum yang berani dan transparan, kebakaran berikutnya hanya tinggal tunggu waktu. Dan jawabannya pasti: ‘lokasi eks, sudah tidak aktif’ lagi,” sindirnya warga dengan nada tajam.

Kini, publik menagih jawaban yang lebih serius: Sampai kapan dalih ‘tirup eks’ dijadikan tameng?. Siapa sebenarnya pemilik jaringan minyak ilegal di Muba? dan Kapan hukum benar-benar bekerja, bukan cuma petugas pemadam kebakaran?

Kebakaran di Desa Sereka bukan sekadar musibah, ini alarm keras bagi negara. Mafia minyak tak bisa dipadamkan dengan air—hanya keberanian hukum yang bisa memadamkan drama asap hitam ini sampai ke akar. (Tim)

Laporan : Indra