monopolisumselnews | Prabumulih – Di antara deretan rumah sederhana di Jalan Kambang Iwak, Kelurahan Tanjung Raman, suasana hari itu terasa berbeda. Wajah Suryati, perempuan paruh baya, berseri-seri penuh syukur.
Tangannya gemetar menerima kunci rumah barunya dari tangan Wali Kota Prabumulih, H. Arlan. Di belakangnya, berdiri tegap Pimpinan Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Prabumulih, Bayu Yudha Perwira sosok yang menjadi jembatan antara dunia perbankan dan nurani sosial.
Inilah wujud nyata kepedulian BSB lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) bukan sekadar simbol, tapi aksi yang menyentuh langsung kehidupan warga kecil.
Rumah Suryati kini berdiri kokoh, menggantikan hunian lama yang nyaris roboh. “Alhamdulillah, terima kasih kepada Pemkot dan Bank Sumsel Babel. Sekarang rumah kami sudah layak dan nyaman untuk ditempati,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Pinca BSB Prabumulih, Bayu Yudha Perwira, menjelaskan bahwa bedah rumah ini merupakan satu dari serangkaian program sosial BSB tahun 2025. Selain membantu Suryati, BSB juga melaksanakan bedah rumah di dua lokasi lain.
Tak berhenti di situ, berbagai bantuan lain turut digelontorkan mulai dari sarana budidaya jagung, 455 paket sembako untuk petugas kebersihan, hingga 25 etalase usaha mikro untuk pelaku UMKM.
“Mohon doa dan dukungan, kami akan terus berkontribusi melalui program CSR agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” kata Bayu, dengan nada mantap tapi rendah hati.
Rencana berikutnya pun sudah disiapkan: satu unit rumah baru lagi akan dibangun tahun ini, berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Disperkim Prabumulih. Langkah-langkah kecil tapi berkelanjutan, inilah cara BSB menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial bukan cuma kewajiban, tapi panggilan.
Bagi Wali Kota Arlan, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembangunan tak harus selalu datang dari APBD. “Ini bentuk kerja sama baik antara Pemerintah dan BSB Prabumulih. Kami ingin terus memperkuat kolaborasi semacam ini agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kehadiran lurah dan camat di tengah masyarakat, bukan sekadar formalitas jabatan. “Dengarkan apa dibutuhkan warga dan bantu carikan solusinya,” pesan Cak Arlan, dengan nada tegas tapi hangat.
Bagi sebagian orang, bank hanyalah tempat menabung dan meminjam uang. Tapi di tangan BSB Prabumulih, lembaga keuangan ini menjelma menjadi mitra sosial yang aktif menebar manfaat. Dari desa hingga pusat kota, program CSR mereka menyentuh aspek ekonomi, sosial, dan kemanusiaan.
Suryati mungkin hanya satu nama dari sekian banyak penerima manfaat. Tapi di balik senyum bahagianya, tersimpan pesan besar: bahwa ketika perbankan dan pemerintah bersinergi, kesejahteraan bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan yang bisa disentuh, dirasakan, dan ditinggali.






