monopolisumselnews | Jakarta – Komitmen Pemerintah Kota Prabumulih dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kembali dibuktikan melalui langkah proaktif Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, yang memimpin langsung audiensi ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Rabu (18/2/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari strategi “jemput bola” Pemkot Prabumulih dalam mengakselerasi pembangunan sektor kesehatan, terutama pada penguatan sarana prasarana, alat kesehatan (alkes), serta peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan (SDMK).
Dalam audiensi itu, Arlan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Djoko Lisyano, Kepala Bappeda Abu Sohib, Direktur RSUD dr Ade Nur Ikhlas, serta Kepala Bagian Prokopim Herli Apriani. Tim secara komprehensif memaparkan kondisi riil fasilitas kesehatan di Kota Prabumulih, termasuk tantangan yang dihadapi RSUD dan puskesmas.
Paparan tersebut diharapkan menjadi dasar pertimbangan pemerintah pusat dalam merumuskan dukungan konkret bagi daerah, khususnya dalam menghadapi peningkatan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
Pemkot Prabumulih menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan melalui pengadaan alat kesehatan modern, perbaikan fasilitas layanan, serta penambahan tenaga medis dan tenaga kesehatan pendukung.
Selain itu, pemerintah kota juga menyoroti proyeksi peningkatan jumlah pasien dalam beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur kesehatan harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan dan pengembangan kapasitas.
“Pelayanan kesehatan menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Karena itu, kami ingin memastikan fasilitas dan tenaga kesehatannya benar-benar siap,” tegas Arlan.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan Pemkot Prabumulih melakukan dialog strategis bersama Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbiwono, serta jajaran pejabat teknis Kemenkes.
Pertemuan ini membahas sinergi antara program pusat dan daerah, termasuk dukungan anggaran, prioritas program kesehatan nasional, serta mekanisme pengusulan bantuan bagi pemerintah daerah.
Kementerian Kesehatan menyambut baik paparan Pemkot Prabumulih dan memberikan arahan teknis sebagai langkah tindak lanjut agar program yang diajukan dapat segera direalisasikan secara efektif dan berkelanjutan.
Audiensi ini juga dihadiri sejumlah kepala daerah lain dengan agenda serupa. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi lintas daerah sekaligus menyelaraskan kebijakan kesehatan nasional.
Pemerintah Kota Prabumulih berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat segera terealisasi, sehingga pemerataan layanan kesehatan semakin optimal, kualitas RSUD dan puskesmas meningkat, serta masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, aman, dan profesional.
Langkah jemput bola ini menjadi bukti keseriusan Pemkot Prabumulih dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. (ADV)







