monopolisumselnews | Lahat – Pemerintah Kabupaten Lahat secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) penugasan kepada 139 guru yang kini mendapat amanah sebagai kepala sekolah pada jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Senin (2/3/2026).
Penyerahan SK berlangsung di Gedung Pertemuan Kabupaten Lahat dan dipimpin langsung oleh Bupati Lahat Bursah Zarnubi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Lahat Ir Hj Sri Meliana, Dandim 0405/Lahat Letkol Inf Taufik Satria Nugraha SIP MM, unsur Forkopimda, Sekda Lahat Chandra SH MM, serta para guru penerima penugasan.
Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan kepala sekolah yang baru ditugaskan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat tahun 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Niel Adrien, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Total ada 139 guru yang resmi ditugaskan sebagai kepala sekolah, terdiri dari 1 orang jenjang TK, 64 orang SD, dan 74 orang SMP,” jelasnya.
Penugasan ini mencakup wilayah Kota Lahat dan sekitarnya. Pemerintah daerah berharap para kepala sekolah dapat segera menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta mampu membawa perubahan positif di satuan pendidikan masing-masing.
Niel menegaskan, para kepala sekolah yang ditunjuk merupakan sosok yang memiliki integritas, kapasitas manajerial, serta komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran sekolah.
“Setiap sumber daya harus digunakan secara efektif dan bertanggung jawab. Utamakan kepentingan peserta didik di atas segalanya,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Lahat Bursah Zarnubi menegaskan bahwa peran kepala sekolah tidak hanya sebatas pemimpin administratif, tetapi juga motor penggerak perubahan di lingkungan pendidikan.
“Kepala sekolah harus menjadi teladan, pengambil keputusan yang bijak, sekaligus penjaga mutu pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik semata, tetapi juga dari pembentukan karakter, disiplin, dan akhlak peserta didik.
Bursah juga mendorong para kepala sekolah untuk membangun budaya sekolah yang positif, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan, serta menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif dengan perkembangan zaman.
“Digitalisasi pendidikan adalah keniscayaan. Kepemimpinan kepala sekolah harus visioner dan kolaboratif,” tegasnya.
Ia menambahkan, komunikasi yang baik antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, serta orang tua siswa menjadi kunci dalam menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik.
“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi adalah kunci utama untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Lahat,” pungkasnya.
Laporan : Amir Alimin






