monopolinews.com | Prabumulih — Kepala Desa Sinar Rambang, Indarqo, akhirnya angkat bicara terkait polemik penggunaan mobil BUMDes yang diduga memfasilitasi aksi demonstrasi.
Dalam klarifikasinya, ia mengakui adanya kelalaian dalam proses pengawasan dan verifikasi pemakaian aset desa tersebut.
Indarqo menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan koordinasi dan klarifikasi langsung kepada dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih guna menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya.
Menurutnya, mobil operasional BUMDes tersebut memang dipinjamkan kepada warga melalui pengurus BUMDes.
Namun, pihak pemerintah desa tidak mengetahui bahwa kendaraan itu akan digunakan untuk kepentingan aksi damai Ormas pagi tadi.
“Mobil itu memang dipinjam pakai oleh warga melalui pengurus BUMDes. Namun kami tidak mengetahui bahwa akan digunakan untuk kegiatan aksi,” jelasnya kepada wartawan, Selesa Sore (21/04/2026).
Ia menegaskan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah desa, khususnya dalam memperketat mekanisme peminjaman aset milik desa agar tidak disalahgunakan di kemudian hari.
Lebih lanjut, Indarqo secara terbuka mengakui adanya kelalaian dalam proses verifikasi penggunaan kendaraan tersebut.
“Kami akui ada kelalaian dalam melakukan verifikasi. Ini menjadi pembelajaran bagi kami agar ke depan lebih selektif dan berhati-hati,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, dirinya juga mengaku telah menerima teguran dari salah satu dinas di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih sebagai bentuk pembinaan atas pengelolaan aset desa.
Ia memastikan bahwa ke depan akan dilakukan pembenahan sistem pengawasan internal BUMDes, termasuk memperjelas prosedur peminjaman dan penggunaan fasilitas desa agar tetap sesuai dengan fungsi dan peruntukannya.
“Kami akan perbaiki sistemnya, supaya aset desa benar-benar digunakan sesuai aturan dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” tutupnya.






