PALI, Ragam  

13 Tahun Kabupaten PALI Berdiri, Pelayanan PDAM Tirta Pali Anugerah Dinilai Jalan di Tempat: Warga Suarakan Keresahan

monopolinews.com | PALI – Memasuki usia ke-13 tahun Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), harapan masyarakat akan pelayanan publik yang prima nampaknya masih jauh dari panggang api. Salah satu sektor yang paling disorot adalah kinerja PDAM Tirta Pali Anugerah yang dinilai tidak kunjung menunjukkan progres signifikan. Keluhan demi keluhan terus mengalir seiring dengan seringnya distribusi air ke rumah pelanggan terkendala.

Keresahan ini memuncak di jagat maya. Berdasarkan pantauan di laman media sosial resmi Facebook PDAM Tirta Pali Anugerah, kolom komentar dibanjiri oleh keluhan warga setiap kali pihak manajemen mengeluarkan pemberitahuan terkait gangguan teknis. Masyarakat menilai, alasan “gangguan” atau “kendala teknis” sudah menjadi lagu lama yang tidak disertai dengan solusi konkret jangka panjang.

Salah satu pelanggan menyampaikan aspirasinya dengan nada lirih namun menohok. Ia mempertanyakan langkah antisipasi PDAM setiap kali terjadi kendala kelistrikan yang kerap menjadi alasan utama macetnya aliran air.

“Izin admin, apakah tidak ada solusi dari pihak PDAM PALI? Jika sudah tahu ada masalah berulang seperti ini, setidaknya pihak PDAM mengupayakan sewa genset untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Masak setiap masalah tidak ada jalan keluarnya? Kalau setiap kendala begini terus, tidak akan maju PDAM PALI ini,” tulis warga tersebut dengan penuh harap.

Kekecewaan senada juga diungkapkan oleh warga lainnya yang menyoroti pergantian kepemimpinan di tubuh PDAM yang dianggap tidak membawa perubahan berarti. Warga mempertanyakan peran Pemerintah Daerah dalam melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perusahaan plat merah tersebut.

“Sudah berapa kali ganti Direktur Utama (Dirut) PDAM PALI, tapi tetap saja begini, tidak ada perubahan. Mana peran Pemerintah Daerah? Bagaimana mau jadi kabupaten yang maju dan berkembang kalau mengatasi masalah air saja sulit sekali. Padahal, tarif PDAM di sini tergolong yang paling mahal,” keluh warga lainnya di kolom komentar.

# Baca Juga :  Penanaman Jagung Perdana di Desa Harapan Jaya, Program Pangan Nasional Didukung Penuh Polri

Masyarakat merasa bahwa sebagai pelanggan yang dibebankan tarif cukup tinggi, mereka berhak mendapatkan kepastian layanan. Persoalan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup dan roda ekonomi masyarakat di Bumi Serepat Serasan.

Kritik pedas ini menjadi sinyal kuat bagi jajaran direksi PDAM Tirta Pali Anugerah dan Pemerintah Kabupaten PALI untuk segera berbenah. Warga mendesak adanya transparansi mengenai kendala yang sebenarnya terjadi di lapangan, serta menuntut adanya inovasi pelayanan agar kendala teknis tidak terus-menerus menjadi alasan pembenar atas macetnya aliran air.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah nyata dari pihak manajemen PDAM maupun respons dari Dewan Pengawas dan Pemerintah Daerah untuk memberikan solusi permanen, bukan sekadar permohonan maaf di media sosial setiap kali air berhenti mengalir.

Laporan : Maryadi