Bupati Edison Tegas, Pelaku Pembakaran Lahan di Muara Enim Akan Diproses Hukum

monopolinews.com | Muara Enim  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku pembakaran lahan, baik perorangan maupun perusahaan, yang terbukti membuka lahan dengan cara dibakar.

Ketegasan tersebut disampaikan Bupati Muara Enim, H. Edison, saat memimpin Rapat Koordinasi Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama para camat dan kepala desa dari wilayah rawan Karhutla beberapa waktu lalu.

Dalam arahannya, Bupati Edison menegaskan bahwa praktik pembukaan lahan dengan cara membakar tidak dapat ditoleransi karena berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat, hingga bencana kabut asap yang berdampak luas.

“Pemerintah Kabupaten Muara Enim akan bertindak tegas. Apabila ditemukan masyarakat maupun perusahaan yang membuka lahan dengan cara dibakar, maka akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Edison.

Selain penegakan hukum, Bupati juga menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa untuk menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan Karhutla melalui edukasi, sosialisasi, serta pengawasan aktif kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, Pemkab Muara Enim telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla selama 123 hari, terhitung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Kebijakan tersebut diambil menyusul prediksi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus mendatang.

Bupati menjelaskan, Kecamatan Sungai Rotan, Gelumbang, dan Muara Belida menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi karena memiliki kawasan lahan gambut yang rentan terbakar saat musim kemarau. Sementara Kecamatan Lubai, Lubai Ulu, Kelekar, dan Lembak juga masuk dalam kategori rawan sehingga memerlukan perhatian dan pengawasan khusus.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Muara Enim, Abdurrozieq Putra, mengatakan pihaknya bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi Karhutla.

# Baca Juga :  PEP Prabumulih, Pendopo dan Adera Field Gelar Lensa Energi, 140 Siswa SD Periksa Kesehatan Mata Gratis

Menurutnya, sejumlah posko siaga telah disiapkan berikut peralatan pendukung pemadaman. Peralatan tersebut meliputi 30 unit mesin pompa, 200 rol selang, mobil tangki air, kendaraan rescue, hingga belasan unit sepeda motor trail yang akan digunakan untuk menjangkau lokasi kebakaran di wilayah yang sulit diakses.

“Sinergi seluruh pihak menjadi kunci utama dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla. Dengan kesiapsiagaan yang maksimal, kami berharap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau dapat ditekan seminimal mungkin,” ujarnya.

Pemkab Muara Enim berharap upaya pencegahan yang dilakukan secara terpadu dapat menjaga lingkungan tetap aman, menghindari terjadinya kabut asap, serta melindungi masyarakat dari dampak kebakaran hutan dan lahan.

Laporan : Beben