ISPU Prabumulih Turun ke 162, Warga Sedikit Lega Kabut Asap Malam ini Mulai Menipis

monopolinews.com | Prabumulih — Kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, mulai menunjukkan perubahan. Pada Senin malam (19/10/2026), asap dirasakan tidak lagi setebal beberapa hari sebelumnya. Meski demikian, kualitas udara masih perlu diwaspadai.

Berdasarkan data pada laman resmi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Senin (19/10/2026) pukul 19.00 WIB, ISPU di Prabumulih tercatat sebesar 162 dengan parameter kritis PM2.5. Angka tersebut masih berada dalam kategori tidak sehat.

PM2.5 merupakan partikel halus berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Partikel ini tidak selalu terlihat oleh mata, sehingga kondisi udara yang tampak lebih cerah belum tentu menandakan kualitas udara sudah aman.

Jika dibandingkan dengan kondisi ekstrem pada 15 Oktober lalu, ketika ISPU Prabumulih dilaporkan mencapai 365, angka 162 menunjukkan penurunan sebesar 203 poin atau sekitar 55,6 persen. Namun, perbandingan tersebut menggunakan hasil pengukuran pada waktu berbeda dan belum menggambarkan tren setiap jam secara menyeluruh.

Bagi warga, berkurangnya ketebalan asap yang terlihat menjadi sedikit kelegaan setelah beberapa hari harus menghadapi udara yang kurang nyaman.

Reza, salah seorang warga Prabumulih, mengaku mulai merasa lega melihat kondisi kabut asap yang tidak lagi setebal sebelumnya. Ia berharap kualitas udara di Kota Nanas segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman.

“Alhamdulillah, malam ini asap tidak setebal beberapa hari sebelumnya. Mudah-mudahan kondisi ini terus membaik dan udara di Prabumulih segera pulih seperti biasa,” ujarnya.

Reza juga menyampaikan terima kasih kepada petugas yang terus bekerja menangani kebakaran hutan dan lahan serta melakukan upaya penanggulangan di lapangan. Menurutnya, upaya tersebut penting agar kabut asap tidak kembali memburuk dan masyarakat bisa menjalani aktivitas tanpa terganggu pencemaran udara.

# Baca Juga :  Ombudsman dan BPKN RI Tanggapi Laporan Dugaan Pelanggan PLN Prabumulih, Warga Karang Raja Harap Ada Tindakan Tegas atas Pelanggaran Prosedur

“Terima kasih kepada seluruh petugas yang sudah bekerja keras. Mudah-mudahan semua upaya yang dilakukan membuahkan hasil, kebakaran bisa dikendalikan, dan kabut asap segera berakhir,” tambahnya.

Meski kondisi secara kasatmata mulai membaik, angka ISPU 162 menjadi pengingat bahwa kualitas udara Prabumulih belum sepenuhnya pulih. Masyarakat tetap perlu memperhatikan pembaruan data KLH, terutama karena partikel PM2.5 dapat tetap berada di udara meskipun asap tidak terlihat pekat.

Warga juga diimbau mengurangi aktivitas berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar. Anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan perlu lebih berhati-hati terhadap paparan udara tercemar.

Harapannya, penurunan ISPU ini menjadi awal perbaikan yang berkelanjutan, sehingga udara Prabumulih kembali bersih dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.