Minim Keamanan, Motor Pegawai Disdukcapil OKI Raib, Anggaran Pemeliharaan Malah jadi Pertanyaan

monopolisumselnews | OKI – Diduga akibat kelalaian pada sektor keamanan di lingkungan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ogan Komering Ilir (Disdukcapil OKI) Sumsel, satu unit kendaraan roda dua milik Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang bekerja di Dinas tersebut raib digondol maling.

Peristiwa malang itu terjadi pada Selasa (6/5/25), saat Jamilah pemilik motor Honda Vario warna Hitam Nopol BG 2673 KAL itu hendak mengambil motornya untuk istirahat makan siang. Tiba-tiba Jamilah melihat motornya tidak ada lagi di area parkiran.

“Selama ini motor itu terparkir disitu setiap saya bekerja. Dan saya baru mengetahui motor itu hilang saat saya hendak keluar pada waktu Istirahat makan siang (Isoma) pukul 12.00 Wib, ” keluh Jamilah.

Kejadian ini telah dilaporkan Jamilah ke aparat Kepolisian setempat. Jamilah dan keluarga hanya berharap motor tersebut dapat diketemukan kembali.

Kepala Disdukcapil OKI, H. Hendri, SH turut membenarkan kejadian tersebut. Hendri mengaku bahwa Closed-Circuit Television (CCTV) yang mengarah ke lokasi parkir belakang kantor tidak berfungsi atau sedang rusak.

“Di belakang ada dua CCTV namun saat ini sedang “rusak”. Kemudian untuk keamanan security kami ini ada tiga orang dari kantor ditambah satu orang dari luar kantor, itu tukang parkir, ” tutur Hendri.

Untuk tiga security yang di dalam kantor ini, lanjut Hendri itu memiliki doble job, selain keamanan dan juga turut membantu pelayanan bagi masyarakat yang ingin mengurus pembuatan berkas identitas kependudukan.

“Sementara si Mbah tukang parkir itu yang menjaga di lingkungan parkiran kantor, secara parkir gratis bagi pegawai, “kata Hendri.

Namun kita perlu mengimbau bagi seluruh pegawai untuk memasang kunci keamanan tambahan demi keamanan kendaraan masing-masing, ” pesan Hendri.

# Baca Juga :  Kebun Tercemar Limbah Minyak Mentah, Warga Minta PT Pertamina Field Adera Segera Bertanggung Jawab

Salah satu pegawai menambahkan bahwa mbah tukang parkir yang dimaksud adalah petugas kebersihan yang digaji oleh kantor untuk gaji kebersihan.

“Sebab setahu saya saat ini mbah itu tukang bersih-bersih yang dulu memang pernah jadi juru parkir disini, saat dulu parkiran pengunjung belum ada juru parkir dari pihak luar. Namun sekarang parkir pengunjung kan sudah ada di halaman luar kantor dan sudah dijaga oleh juru parkir lain, ” ungkap pegawai itu.

Meski demikian tetap disayangkan, Dinas yang setiap harinya melakukan pelayanan publik di Wilayah Kabupaten OKI minim akan keamanan, meski ada 3 security yang digaji dari anggaran pemerintah dinilai tetap tidak mampu mengamankan lingkungan tempat bekerja.

Belum lagi para security tersebut turut dibantukan pada pelayanan publik yang malah lalai pada tugas pokok mereka sebagai security. Ditambah CCTV yang sudah lama rusak belum ada perbaikan dan memicu pertanyaan akan anggaran pemeliharaan pada fasilitas penunjang itu.

Disisi lain informasi yang diperoleh juga menyebut bahwa di Disdukcapil OKI masih kerap terjadi dugaan pungutan liar kepada masyarakat yang ingin membuat identitas kependudukan dan sebagainya.

Laporan : Rahmawati