Disebut Bak Dracula Penghisap Darah Masyarakat Untuk Kepentingan Oknum, Warga Optimis APH Usut Tuntas Dugaan Korupsi PMI Prabumulih

monopolisumselnews | Prabumulih –  Masyarakat Kota Prabumulih menaruh harapan besar kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas dugaan kasus korupsi yang melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) di seluruh Sumatera Selatan, khususnya di Kota Prabumulih, yang kini tengah mencuat dan menjadi perhatian publik.

Kekecewaan terhadap dugaan penyalahgunaan dana hibah dan praktik manipulasi dokumen membuat citra lembaga kemanusiaan seperti PMI tercoreng.

Bahkan, sebagian masyarakat mulai menyamakan oknum di balik praktik haram tersebut bak “Dracula Penghisap Darah Rakyat” yang diduga menyalahgunakan darah sukarela demi keuntungan pribadi.

Hal ini diungkapkan oleh Rio, seorang warga yang aktif dalam kegiatan sosial donor darah, baik yang diselenggarakan oleh PMI maupun secara pribadi. Ia menyatakan keprihatinannya terhadap kasus tersebut.

“Kami ini mendonorkan darah dengan niat tulus untuk kemanusiaan, untuk membantu yang membutuhkan. Tapi kalau ada oknum di PMI yang menyalahgunakan itu, apa bedanya dengan dracula? Menghisap darah bukan untuk menyelamatkan, tapi memperkaya diri,” ujar Rio tegas, Senin (19/5/2025).

Menurut Rio, imbas dari mencuatnya kasus ini sudah mulai terasa di lapangan. Antusiasme masyarakat dalam melakukan donor darah mulai menurun karena ada rasa khawatir darah mereka justru akan dikomersilkan.

“Banyak teman saya juga mulai ragu, mereka bilang takut darahnya dijual, bukan disumbangkan. Ini sangat disayangkan, padahal donor darah itu sangat penting bagi yang membutuhkan,” tambahnya.

Menurut Informasi yang beredar, Diketahui, Kejaksaan Negeri Prabumulih tengah mendalami dugaan korupsi di tubuh PMI dengan memanggil puluhan saksi dari berbagai kalangan, termasuk pemilik usaha yang merasa namanya dicatut dalam nota fiktif.

Kasus ini menjadi sorotan luas masyarakat karena menyentuh lembaga yang selama ini dianggap sebagai simbol kemanusiaan.

# Baca Juga :  Koperasi Merah Putih Muara Dua Barat Prabumulih Raup Untung Belasan Juta, Anggota Dapat Sembako

Masyarakat Prabumulih berharap, pengusutan kasus ini dilakukan secara transparan dan menyeluruh.

Siapa pun yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban, agar kepercayaan publik terhadap lembaga sosial tidak semakin merosot.

“Kami percaya pada APH, dan kami menuntut keadilan. Jangan ada lagi lembaga sosial yang jadi alat untuk memperkaya diri oknum tak bertanggung jawab,” pungkas Rio.