Satu-satunya di Satpol-PP Prabumulih, Elus Miyeni Terima Satyalancana Karya Satya 30 Tahun dari Presiden

monopolisumselnews | Prabumulih — Pengabdian tanpa putus selama lebih dari tiga dekade akhirnya berbuah penghargaan negara.

Elus Miyeni, A.Md.Keb, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Prabumulih, resmi menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XXX Tahun, dari Presiden Republik Indonesia.

Penghargaan berupa lencana emas 30 tahun pengabdian tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 17/TK/Tahun 2025, dan ditetapkan pada 11 November 2025 di Jakarta.

Elus tercatat sebagai satu-satunya personel Satpol PP Kota Prabumulih yang menerima Satyalancana Karya Satya 30 Tahun pada tahun ini, menjadikannya capaian yang tidak hanya prestisius, tetapi juga langka di lingkungan penegak peraturan daerah.

Perempuan kelahiran 1973 ini telah mengabdi lebih dari 33 tahun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih.

Dengan sisa masa kerja sekitar lima tahun lagi menuju pensiun, penghargaan ini menjadi penanda puncak pengabdian panjangnya kepada negara.

Saat diwawancarai, Elus mengaku tidak pernah menyangka pengabdiannya akan berujung pada penghargaan setinggi ini.

“Saya bekerja dari awal memang bukan untuk mengejar penghargaan. Yang penting tugas dijalankan dengan tanggung jawab. Alhamdulillah, negara melihat dan menghargainya. Ini menjadi kebanggaan sekaligus pengingat agar saya tetap konsisten sampai akhir masa tugas,” ujar Elus, Senin (22/12/2025).

Perjalanan karier Elus Miyeni terbilang unik. Ia mengawali pengabdiannya sebagai bidan desa pada tahun 1993 di Desa Negeri Agung, Kecamatan Rambang.

Saat itu, Elus menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak di wilayah pedesaan.

Seiring berjalannya waktu dan dinamika organisasi, Elus kemudian meniti karier sebagai ASN hingga dipercaya menduduki jabatan struktural di Satpol PP Kota Prabumulih.

# Baca Juga :  DPRD Prabumulih Bahas Penghapusan Uang Transport Guru TK, Komisi I Tampung Aspirasi

Dari dunia pelayanan kesehatan, ia beralih ke bidang penegakan ketentraman dan ketertiban umum.

“Apa pun tugasnya, saya anggap sama: melayani masyarakat. Dulu melayani lewat kesehatan, sekarang lewat ketertiban umum. Prinsipnya tetap pengabdian,” ungkapnya.

Selain menjalankan tugas kedinasan, Elus juga dikenal aktif dalam kepengurusan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Prabumulih, menunjukkan keterikatannya yang kuat dengan profesi awal yang membesarkan namanya.

Sebagai ibu dari empat anak, Elus menjalani peran ganda antara keluarga dan pengabdian publik. Ia berharap penghargaan yang diterimanya dapat menjadi motivasi bagi ASN lain, khususnya generasi muda.

“Saya berharap ini bisa menjadi penyemangat, bahwa bekerja dengan jujur, disiplin, dan konsisten itu tidak sia-sia. Negara mencatat,” tutupnya.