monopolinews.com | PALI – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar Operasi Pasar Reguler di Kecamatan Talang Ubi, Minggu (15/03/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan membantu daya beli masyarakat di tengah bulan suci Ramadan serta menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten PALI, Ida Martini, S.P., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan keringanan ekonomi langsung kepada warga melalui subsidi harga bahan pokok.
”Kami memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena hari ini pasar murah bisa terlaksana. Tujuan utamanya adalah membantu ekonomi masyarakat dan mengantisipasi laju inflasi di wilayah Penukal Abab Lematang Ilir,” ujar Ida Martini saat meninjau lokasi kegiatan.
Dalam pasar murah kali ini, pemerintah menyediakan total 2.000 paket sembako. Pada hari pembukaan, sebanyak 200 paket dibagikan langsung secara simbolis, sementara sisanya akan didistribusikan secara door-to-door melalui pihak kelurahan.
”Setiap paket sembako mendapatkan subsidi sebesar Rp43.000. Masyarakat cukup membayar Rp85.000 dari harga normal yang mencapai Rp128.000. Selain itu, kami juga memberikan subsidi khusus untuk cabai rawit dan cabai merah sebesar Rp5.000 di bawah harga pasar,” tambah Ida.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten PALI, Hariono, S.H., M.M., menegaskan bahwa pasar murah ini merupakan instruksi langsung dan program prioritas Bupati PALI, Asgianto. Program ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah yang “Pro-Masyarakat”.
”Pemerintah hadir untuk mengimbangi pasar agar tidak terjadi kelangkaan barang pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng. Kami ingin memastikan stabilitas terjaga sehingga warga tidak kesulitan memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran,” jelas Hariono.
Hariono juga menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan dijadwalkan kembali pada bulan April mendatang untuk menjangkau kecamatan lain di luar Talang Ubi. Ia pun menitipkan pesan khusus bagi para pelaku usaha di Bumi Serepat Serasan.
”Kami berharap pedagang juga berkomitmen membantu masyarakat. Jangan memanfaatkan momen ini untuk menaikkan harga secara tidak wajar,” tegasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) turut memberikan apresiasi atas langkah sigap Pemkab PALI. Berdasarkan pemantauan langsung di pasar lokal, kondisi harga pangan di PALI dinilai masih terkendali.
”Kami berterima kasih kepada Pemkab PALI dan Pak Sekda. Secara nasional, stok pangan sangat mencukupi. Cadangan beras pemerintah ada sekitar 1,37 juta ton,” ungkap perwakilan Bapanas.
Berdasarkan hasil pengecekan harga di pasar setempat yaitu, Beras Premium Rp14.500 (Di bawah HET), Beras Medium: Rp12.000 (Di bawah HET), Daging Ayam Rp40.000 (Masih di bawah harga acuan) dan Telur Ayam Mengalami kenaikan tipis (Rp29.000 – Rp30.000), namun tetap berada dalam koridor harga pemerintah.
Pihak Bapanas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi borong atau panic buying. “Stok tersedia cukup. Intervensi seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) atau Operasi Pasar ini akan terus dilakukan secara masif hingga akhir tahun, terutama pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),” tutupnya.
Dengan adanya kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah, diharapkan masyarakat Kabupaten PALI dapat merayakan hari kemenangan dengan tenang tanpa terbebani oleh lonjakan harga kebutuhan pokok.
Laporan : Maryadi.
Beranda
Ekonomi
Kendali Inflasi Jelang Lebaran, Pemkab PALI Gelar Pasar Murah dan Pastikan Stok Pangan Aman
Kendali Inflasi Jelang Lebaran, Pemkab PALI Gelar Pasar Murah dan Pastikan Stok Pangan Aman






