monopolinews.com | Prabumulih — Di balik suksesnya pelaksanaan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) Polres Prabumulih, ada kerja senyap yang tak kalah penting: produksi video yang menghidupkan seluruh rangkaian kegiatan.
Dan di balik layar itulah, nama Bripka Fedho Antinus, S.H., menjadi sosok yang paling menonjol.
Kegiatan yang digelar Jumat (17/4/2026) di Lapangan Pemerintah Kota Prabumulih ini melibatkan 394 personel dan dipimpin langsung Kapolres AKBP Bobby Kusumawardhana, didampingi Wakapolres Kompol Chindi Helyadi serta Kabagops Kompol Harmianto.
Simulasi berjalan tertib dan dinamis, menggambarkan kesiapan menghadapi potensi gangguan kamtibmas.
Namun, bukan hanya skenario lapangan yang jadi sorotan. Publikasi video kegiatan yang digarap Tim Humas Polres Prabumulih justru menjadi wajah utama yang dilihat masyarakat. Di sinilah peran Fedho berbicara banyak.
Dengan peralatan yang jauh dari kata “wah” mulai dari kamera lama, ponsel, hingga drone pribadi Fedho bersama tim tetap mampu menghasilkan tayangan yang rapi, informatif, dan enak ditonton.
Prosesnya pun bukan tanpa drama: rendering lambat, aplikasi error, revisi berkali-kali, sampai dikejar waktu. Tapi hasil akhirnya? Tetap layak tampil dan diminati publik.
Fedho bukan nama baru di balik prestasi Humas Polres Prabumulih. Ia tercatat sebagai Operator Penggerak Zona Integritas (ZI) dan sukses membawa Seksi Humas meraih peringkat 1 pelaporan berita tingkat Polda Sumsel selama empat bulan berturut-turut pada 2025.
Tak berhenti di situ, ia juga menyabet Juara 1 upload website Humas Polri dan Juara 2 input rilis E-Office Portal dalam Rakernis Humas Polri 2025.
Sebagai bentuk apresiasi, Kapolda Sumsel bahkan memberikan hadiah umrah kepada Fedho pada tahun 2025—bukan sekadar penghargaan, tapi pengakuan atas konsistensi dan kualitas kerjanya.
Kasi Humas Polres Prabumulih AKP Bratanata menilai Fedho sebagai sosok profesional dan loyal, sekaligus motor penggerak kreativitas tim. Bahkan, kemampuannya kerap dimanfaatkan hingga ke tingkat Polda dan Polres lain, terutama dalam produksi video hingga konten karikatur.
Menariknya, semua kemampuan itu bukan hasil bangku kuliah mahal atau kursus elite. Fedho belajar secara otodidak—modalnya cuma satu: kemauan. Sisanya? Trial, error, dan tidak gampang menyerah.
Bagi Fedho, capaian bukan untuk dibanggakan. Ia justru menekankan pentingnya kerja tim, komunikasi, dan saling bantu. Filosofinya sederhana tapi “nendang”: kerja yang tulus akan membawa hasil, kadang dari arah yang tak disangka.
Hasil kerja itu terbukti. Video simulasi yang diunggah ke media sosial berhasil meraih sekitar 18 ribu penonton hanya dalam dua hari di Instagram Humas Polda Sumsel. Angka yang cukup untuk membuktikan bahwa kerja di balik layar juga punya panggungnya sendiri.






