monopolinews.com | Prabumulih – Ribuan warga Kelurahan Anak Petai, Kota Prabumulih, tumpah ruah menghadiri kegiatan Sedekah Bedusun atau Sedekah Kampung yang digelar di Gedung Serbaguna Kelurahan Anak Petai, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang untuk pertama kalinya kembali dilaksanakan secara besar-besaran oleh masyarakat tersebut menjadi momentum penting dalam melestarikan adat dan budaya warisan leluhur yang telah lama hidup di tengah masyarakat Anak Petai.
Acara turut dihadiri Wali Kota Prabumulih H Arlan beserta jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga yang datang untuk mengikuti rangkaian tradisi yang sarat makna tersebut.
Ketua Adat Anak Petai, Aman Sudin, mengatakan Sedekah Bedusun merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas kesehatan, keselamatan, rezeki, dan keberkahan yang diberikan kepada seluruh warga.
“Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang sudah ada sejak dahulu. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah membuka dan membangun wilayah Anak Petai,” ujarnya.
Menurut Aman Sudin, Sedekah Bedusun yang digelar tahun ini sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali tradisi lama yang sempat tidak dilaksanakan dalam beberapa waktu terakhir.
Berbagai rangkaian adat turut mewarnai pelaksanaan tradisi tersebut, mulai dari doa bersama untuk para leluhur, ritual mandi belanger sebagai simbol tolak bala, hingga berbagai kegiatan adat lainnya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ia juga menjelaskan bahwa selama tiga hari pelaksanaan tradisi Sedekah Bedusun, masyarakat diminta untuk menjaga suasana yang kondusif dengan tidak menggelar hiburan atau bunyi-bunyian berintensitas besar seperti musik keras dan kegiatan sejenisnya.
“Itu memang bagian dari adat yang telah diwariskan oleh para leluhur dan terus kami jaga hingga sekarang,” katanya.
Dalam catatan sejarah pemerintahan, Kelurahan Anak Petai resmi dimekarkan pada 21 Juli 2005 dan mulai menjalankan pemerintahan secara mandiri. Tahun 2026 menjadi momen istimewa karena Kelurahan Anak Petai genap berusia 21 tahun.
Usia tersebut menjadi perjalanan panjang bagi wilayah yang terus berkembang bersama Kota Prabumulih. Pemekaran yang dilakukan dua dekade lalu dinilai menjadi titik awal semakin dekatnya pelayanan kepada masyarakat serta pembangunan yang lebih terarah.
Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan tersebut, masyarakat menjadikan Sedekah Bedusun sebagai momentum untuk mengenang sejarah, memperkuat persaudaraan, serta menjaga identitas budaya lokal yang menjadi kebanggaan warga.
Sementara itu, Wali Kota Prabumulih H Arlan menyampaikan apresiasinya atas semangat masyarakat dalam melestarikan tradisi dan adat istiadat daerah.
Menurutnya, budaya lokal merupakan aset berharga yang harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan dan melestarikan budaya daerah kepada generasi muda,” ujarnya.
Ia berharap tradisi Sedekah Bedusun dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda budaya yang mampu memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur.
Pemerintah Kota Prabumulih, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga identitas daerah serta memperkuat karakter budaya lokal.






