monopolinews.com | Prabumulih – Pemerintah Kota Prabumulih bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi dampak fenomena El Nino, di halaman Kantor Pemerintah Kota Prabumulih, Rabu (5/8/2026).
Apel yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Prabumulih H. Arlan dan diikuti jajaran TNI-Polri, instansi vertikal, organisasi perangkat daerah (OPD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), camat, lurah, hingga kepala desa se-Kota Prabumulih.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasril, Ketua DPRD Kota Prabumulih H. Deni Victoria, Kepala Kejaksaan Negeri Prabumulih Asvera Primadona, serta unsur Forkopimda lainnya. Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil. diwakili Kabag SDM AKBP Tamimi, S.H., M.M., didampingi Kabag Ops KOMPOL Harmianto, S.H., M.H., M.Si., bersama para Pejabat Utama Polres dan Kapolsek jajaran.
Pelaksanaan apel berlangsung khidmat sesuai tata upacara, diawali dengan masuknya pimpinan apel ke lapangan, penghormatan pasukan, laporan Komandan Apel, pemeriksaan pasukan oleh Wali Kota bersama Forkopimda, penyampaian amanat, pembacaan doa, hingga penutupan.
Dalam amanatnya, Wali Kota H. Arlan menegaskan bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan merupakan persoalan serius yang membutuhkan sinergi seluruh elemen pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat.
Menurutnya, Karhutla tidak hanya mengakibatkan kerusakan lingkungan dan ekosistem, tetapi juga berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, perekonomian, hingga transportasi akibat kabut asap.
“Memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September, seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan dan mengedepankan langkah-langkah pencegahan. Jangan sampai kebakaran yang sebenarnya dapat dicegah berkembang menjadi bencana yang lebih besar,” tegas H. Arlan.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemerintah Kota Prabumulih bersama seluruh instansi terkait terus memperkuat upaya pencegahan melalui peningkatan kesiapan personel, optimalisasi peralatan pemadam kebakaran, serta memastikan ketersediaan sumber air di sejumlah titik rawan Karhutla. Langkah tersebut dilakukan agar setiap kejadian dapat ditangani secara cepat, tepat, dan efektif.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi Maklumat Bersama Kapolda Sumatera Selatan, Pangdam II/Sriwijaya, dan Gubernur Sumatera Selatan tentang larangan membakar hutan, kebun, maupun lahan.
Ia menegaskan bahwa pembakaran lahan tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga merupakan pelanggaran hukum yang dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla berakhir sekitar pukul 08.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara Pemerintah Kota Prabumulih, TNI-Polri, Forkopimda, instansi terkait, serta seluruh lapisan masyarakat diharapkan semakin solid dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Dengan komitmen bersama, Kota Prabumulih diharapkan tetap terbebas dari kabut asap, menjaga kelestarian lingkungan, serta menciptakan kondisi yang aman, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.






