PALI  

DBD Kembali Menyerang Warga PALI, Ketua DPRD Desak Dinkes Kerja Nyata

monopolinews.com | PALI – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kembali menyerang warga di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD PALI, H Ubaidillah SH.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi tersebut, terlebih adanya warga yang kembali terjangkit DBD di sejumlah wilayah. Menurutnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) PALI harus bergerak cepat dan tidak hanya menunggu laporan dari masyarakat maupun fasilitas kesehatan.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini, apalagi warga terkena penyakit DBD secara berulang. Untuk itu, Dinas Kesehatan harus cepat tanggap dan melakukan kerja nyata,” tegas H Ubaidillah, Senin (14/9/2026).

Politisi tersebut meminta Dinkes PALI segera melakukan langkah pencegahan secara menyeluruh, termasuk melakukan fogging di lingkungan rumah warga, khususnya di wilayah desa dan kelurahan yang ditemukan genangan air maupun lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Menurutnya, penanganan DBD tidak cukup hanya mengandalkan fogging. Masyarakat juga harus diberikan edukasi secara intensif mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Dalam menyelesaikan permasalahan pemutusan jaringan nyamuk Aedes aegypti, Dinas Kesehatan Kabupaten PALI harus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang menjaga lingkungan tetap bersih,” tandasnya.

Selain fogging dan edukasi, H Ubaidillah juga meminta Dinkes memastikan ketersediaan abate bagi masyarakat. Menurutnya, pemberian abate dapat menjadi salah satu langkah untuk mencegah jentik nyamuk berkembang biak di tempat-tempat penampungan air yang sulit dikuras.

“Bukan hanya fogging saja, akan tetapi masyarakat juga diberikan obat abate agar nyamuk tersebut tidak berkembang biak,” ujarnya.

H Ubaidillah kembali menegaskan agar jajaran Dinkes PALI tidak bekerja secara pasif dengan hanya menunggu laporan kasus dari rumah sakit maupun puskesmas.

# Baca Juga :  Banjir Susulan, Pemkab PALI Kembali Salurkan Bantuan Ke Masyarakat

Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan secara aktif, terutama di wilayah yang sudah ditemukan kasus DBD.

“Sekali lagi saya tegaskan, Dinkes Kabupaten PALI jangan hanya menunggu laporan saja, akan tetapi harus memiliki kerja nyata bagi masyarakat. Bagaimana warga tidak terkena kembali penyakit DBD,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten PALI memberikan pelayanan cepat kepada warga yang mengalami gejala maupun telah dinyatakan terkena DBD.

“Saya mengingatkan kepada seluruh puskesmas maupun rumah sakit, apabila ada warga terkena penyakit DBD, untuk cepat dilayani dan ditanggapi. Jangan sampai warga harus menunggu,” tutupnya.

Desakan Ketua DPRD PALI tersebut muncul di tengah perhatian terhadap peningkatan kasus dengue di wilayah PALI. Berdasarkan data Dinas Kesehatan PALI periode Juni hingga September 2026, tercatat 71 kasus dengue, terdiri dari 36 kasus DBD dan 35 kasus Demam Dengue (DD).

Kasus tertinggi tercatat pada Agustus dengan 33 kasus, termasuk 17 kasus DBD. Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian setelah sebelumnya terdapat dua korban yang merupakan kakak beradik meninggal dunia akibat DBD.

Dengan kondisi tersebut, DPRD PALI meminta Dinkes tidak berhenti pada penanganan setelah kasus ditemukan, tetapi memperkuat langkah pencegahan agar kasus DBD tidak terus berulang dan kembali menimbulkan korban.

Laporan : Maryadi