monopolinews.com | Prabumulih — Perta Samtan Gas (PSGas) menunjukkan kepeduliannya terhadap peningkatan kesehatan masyarakat melalui dukungan terhadap program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal bagi ibu hamil dan anak yang berisiko mengalami masalah gizi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Prabumulih Pasar.
Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk bantuan perlengkapan dan peralatan memasak untuk menunjang pelaksanaan kegiatan PMT di posyandu. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kegiatan kader posyandu dalam menyediakan makanan tambahan yang memenuhi kebutuhan gizi sasaran.
Kegiatan PMT tersebut dilaksanakan di Posyandu Nuri dengan menyasar 9 orang ibu hamil dan 34 anak sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi sekaligus pencegahan stunting.
Kepala UPTD Puskesmas Prabumulih Pasar, Yuli Susanti, SKM., M.Kes., mengatakan pelaksanaan program PMT membutuhkan pemantauan secara berkala untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi sasaran.
Menurutnya, program tersebut mencakup tujuh kelurahan yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Prabumulih Pasar, yakni Kelurahan Wonosari, Sidogede, Sidomulyo, Anak Petai, Pasar I, Pasar II, serta satu wilayah kelurahan lainnya dalam cakupan pelayanan puskesmas.
Sementara itu, External Relation PT Perta Samtan Gas, Harry Maradona, mengatakan dukungan perusahaan merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak di Kota Prabumulih.
“PSGas memberikan bantuan berupa perlengkapan penunjang kegiatan ibu-ibu posyandu. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat berjalan dengan baik sehingga kualitas kesehatan ibu hamil dan anak meningkat serta masalah gizi dan stunting di Prabumulih dapat terus ditekan,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Tim Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, Yani Apriani, S.Tr.Gz., mengatakan pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan PMT berbahan pangan lokal serta verifikasi dan validasi balita bermasalah gizi tahun 2026.
“Monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan PMT berbahan pangan lokal, perkembangan kondisi gizi sasaran, sekaligus mengidentifikasi permasalahan dan tindak lanjut yang diperlukan,” kata Yani.
Ia juga mengapresiasi dukungan Perta Samtan Gas yang turut mengambil bagian dalam program peningkatan kesehatan masyarakat.
“Menurut saya, ini sungguh luar biasa. Peran serta perusahaan ikut andil dalam program pemerintah untuk memastikan program gizi bagi ibu hamil dan peningkatan kesehatan anak dapat berjalan, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Prabumulih Pasar,” ujarnya.
Sementara itu, Manda, orang tua batita Kevin Julio, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan pemberian makanan tambahan tersebut.
Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya memberikan makanan tambahan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga disertai pemeriksaan kesehatan oleh tim Puskesmas Prabumulih Pasar.
“Kegiatan pemberian pangan untuk anak kami sangat bagus dan bermanfaat. Selain mendapatkan makanan penambah gizi, anak juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari tim puskesmas. Kami sangat senang karena manfaatnya sangat terasa untuk pertumbuhan anak kami,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, puskesmas, kader posyandu, masyarakat, dan pihak perusahaan, program PMT diharapkan dapat terus berjalan secara tepat sasaran serta mendukung upaya peningkatan status gizi ibu dan anak sekaligus pencegahan stunting di Kota Prabumulih.






