DPRD MUBA Tinjau Kondisi Jalan dan Aktivitas Perusahaan PT Astaka Dodol

monopolisumselnews| MUBA – Menindaklanjuti hasil rapat pada hari Selasa (13/08/2024), Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, Jonkenedi, S.IP, M.Si, bersama Sekretaris Komisi III DPRD, Ziladatulher, SE., MH, melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi penting.

Kunjungan ini meliputi ruas Jalan Macang Sakti, Mangun Jaya, serta Kantor PT Astaka Dodol di Kabupaten Musi Banyuasin.

Selama peninjauan, Jonkenedi meminta pihak perusahaan terkait untuk melakukan penyiraman secara berkala di lokasi-lokasi yang terdampak debu, terutama di sekitar rumah penduduk.

Hal ini menjadi perhatian serius mengingat kondisi musim kemarau yang memperburuk kualitas udara akibat debu jalanan.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi terkait, termasuk Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Bagian Hukum Sekda Muba, Satpol PP, Camat Sanga Desa, Polsek Sanga Desa, Babinsa, Kepala Desa Macang Sakti, serta sejumlah kepala desa lainnya.

Pihak perusahaan PT Astaka Dodol dan Direktur Operasional PT Bantu Rona juga turut hadir dalam kunjungan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Sanga Desa mengungkapkan keluhan mengenai kondisi jalan dan konvoi kendaraan yang jauh melebihi jumlah yang terdata, mencapai 500 unit dari yang seharusnya hanya 100 unit.

Ia juga meminta perusahaan untuk melakukan pengerasan jalan di Simpang Ulak Libo serta mengatur waktu pelaksanaan angkutan, idealnya dari pukul 18.00 hingga 06.00 WIB, mengingat jalan yang digunakan masih merupakan jalan kabupaten.

Aktivitas angkutan batu bara ini juga disinyalir menjadi penyebab kemacetan di Babat Toman.

Para kepala desa yang hadir turut menyuarakan agar perusahaan lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Dinas Kesehatan melaporkan bahwa jumlah penderita ISPA di Ngulak dan Babat Toman telah mencapai lebih dari 2.600 orang.

# Baca Juga :  DPRD Sumsel Dapil 1 Serap Aspirasi di Palembang: Banjir, Komite Sekolah, dan Infrastruktur Jadi Keluhan Utama

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Operasional PT Bantu Rona menjelaskan bahwa progres pembangunan jalan khusus batu bara telah mencapai 60%, dengan panjang jalan sekitar 42 km.

Proyek ini ditargetkan selesai pada Maret 2025, mencakup 17 km dari arah Bantu Rona dan 21 km dari arah Astaka Dodol. Ia juga mengimbau agar perusahaan diundang dalam Musrenbangdes untuk lebih memahami kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Mengenai masalah debu, ia menyatakan bahwa water truck telah dikerahkan untuk melakukan penyiraman secara terus-menerus, meskipun debu kembali muncul setelah 1-2 km.

Setelah kunjungan ini, DPRD Kabupaten Musi Banyuasin berencana menggelar rapat lanjutan dengan melibatkan semua pihak terkait untuk mencari solusi yang lebih komprehensif. (ADV)

Laporan : Indra