monopolisumselnews | Prabumulih – Masyarakat Kota Prabumulih saat ini menghadapi kesulitan akibat kelangkaan gas LPG 3 kg, atau yang biasa disebut gas melon. Akibatnya, harga di pasaran melonjak drastis hingga Rp 30 ribu per tabung, bahkan lebih.
Kelangkaan ini berdampak pada pedagang kecil yang mengandalkan gas untuk usaha mereka. Marliah, warga Perumahan Arda, mengaku kesulitan mendapatkan gas melon. “Susah sekali cari gas sekarang, kalaupun ada harganya sudah mahal sekali,” ujarnya, Kamis (06/02/2025).
Kondisi ini juga ramai diperbincangkan di media sosial, terutama Facebook, di mana banyak warga yang saling bertanya di mana bisa membeli gas melon.
Diduga, kelangkaan ini merupakan imbas dari kebijakan pemerintah pusat, yang mengatur distribusi gas bersubsidi lebih ketat.
Namun, masyarakat mempertanyakan mengapa Prabumulih, sebagai salah satu kota penghasil gas terbesar, justru mengalami kelangkaan LPG 3 kg.
Meskipun sebagian besar rumah di Prabumulih sudah dialiri gas kota, masyarakat tetap menyoroti nasib pedagang kecil yang bergantung pada gas melon untuk usaha mereka.
Masyarakat pun meminta Pemerintah Kota Prabumulih dan instansi terkait segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini. Mereka berharap adanya penambahan pasokan gas subsidi serta pengawasan lebih ketat terhadap distribusinya agar tidak terjadi penimbunan atau penyimpangan.
“Kami mohon agar pemerintah segera mencarikan solusi, jangan sampai pedagang kecil semakin kesulitan mencari nafkah hanya karena gas langka dan mahal,” pinta seorang warga.






