monopolisumselnews | Prabumulih – Aksi penertiban pedagang pasar pagi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Prabumulih kembali menjadi sorotan. Kali ini, bukan hanya karena protes pedagang, tetapi karena tudingan pengeroyokan yang beredar di media sosial.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu pagi, 29 April 2025, sekitar pukul 06.45 WIB, di kawasan Pasar Inpres, Jalan Sudirman. Plt Kasat Pol PP Prabumulih, M. Nasir, SH, yang memimpin langsung penertiban tersebut, justru menjadi korban kekerasan fisik oleh salah satu pedagang yang tidak terima ditertibkan.
“Kami hanya menjalankan tugas sesuai Perda. Pasar pagi seharusnya selesai maksimal pukul 06.00 WIB, tapi masih banyak yang bandel. Saat kita tegur, salah satu pedagang melawan, bahkan saya sempat dipukul dan nyaris ditusuk dengan pisau,” ujar Nasir kepada media, Jumat (01/05/2025).
Melihat pimpinannya dalam ancaman, anggota Satpol PP lainnya bergerak cepat mengamankan pelaku. Hal ini kemudian memicu kericuhan dan menimbulkan kesan seolah terjadi pengeroyokan oleh petugas, yang lantas viral di medsos.
“Tuduhan itu tidak benar. Anggota hanya melindungi saya yang sedang dalam bahaya. Mereka bertindak sesuai prosedur,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya awalnya hanya ingin menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Namun, karena sudah terjadi kekerasan fisik, kasus tersebut kini dilaporkan ke pihak kepolisian.
“Pelaku sudah kita serahkan ke polisi untuk proses hukum lebih lanjut. Ini sekaligus sebagai efek jera agar tidak ada lagi yang main tangan kepada petugas di lapangan,” pungkasnya.






