PT Perta Samtan Gas Gandeng UPTD BLK Disnaker Prabumulih Gelar Pelatihan Roti & Kue untuk Warga Anak Petai

monopolisumselnews | Prabumulih – Komitmen meningkatkan keterampilan masyarakat terus ditunjukkan oleh PT Perta Samtan Gas.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan yang bergerak dalam bidang pemurnian gas alam ini menggandeng UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Kota Prabumulih untuk menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue selama satu minggu penuh di Kelurahan Anak Petai.

Sebanyak 16 peserta terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan remaja antusias mengikuti pelatihan yang langsung dibimbing oleh praktisi kuliner berpengalaman, Bapak Sigit Djatmiko, yang telah lama malang melintang di industri restoran dan perhotelan.

“Kami belajar membuat berbagai jenis roti, kue, hingga jajanan pasar. Tidak hanya enak, tapi juga layak jual. Kami jadi percaya diri untuk buka usaha kecil-kecilan,” ujar salah satu peserta, Rabu (09/07/2025).

Pelatihan ini dirancang tak hanya sebagai kegiatan seremonial, namun sebagai langkah strategis pemberdayaan ekonomi lokal. Para peserta dilatih dari nol, hingga bisa membuat produk kuliner berkualitas yang bisa menjadi sumber penghasilan baru.

Eko M Saputra, QS Ast Manager PT Perta Samtan Gas mengatakan, program ini menjadi bentuk nyata kontribusi perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

“Kami ingin keberadaan perusahaan memberi nilai tambah langsung. Pelatihan ini adalah salah satu cara kami memberdayakan warga, khususnya di sekitar Kelurahan Anak Petai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Prabumulih, H. Sanjay Yunus, SH, MH menambahkan bahwa peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal adalah prioritas pemerintah.

“Dengan pelatihan ini, kami berharap muncul SDM yang siap bersaing. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan PT Perta Samtan Gas yang ikut memajukan keterampilan masyarakat,” jelasnya.

Dukungan serupa juga datang dari Nuning Mulya Frangky, Staf Ahli Penggerak PKK Kota Prabumulih. Menurutnya, pelatihan ini bisa menjadi motor penggerak munculnya UMKM baru di sektor kuliner.

# Baca Juga :  Polemik di Balik Suksesnya Debat Publik Pertama Calon Walikota Prabumulih 2024, CV Ifadah Dayah Bersama Layangkan Somasi Kedua ke KPU Prabumulih

“Kami sangat mendukung. Ke depan, jangan berhenti di pelatihan saja. Harus ada tindak lanjut, entah itu fasilitasi pemasaran, bantuan alat, atau pembentukan kelompok usaha agar ekonomi keluarga benar-benar terbantu,” katanya.

Setelah pelatihan, para peserta diharapkan dapat memulai produksi secara mandiri dan aktif dalam kegiatan ekonomi seperti pasar kue mingguan atau penjualan daring. UPTD BLK Disnaker akan terus memantau dan mendampingi peserta agar ilmu yang diperoleh bisa diimplementasikan secara berkelanjutan.