Gonjang-Ganjing di Tubuh KONI Prabumulih : Tiga Wakil Ketua Mundur, Isu Ketidakharmonisan Mencuat

Foto : Atas Ketua KONI Prabumulih Wdi Saputra, kiri bawah Wakil Ketua II Didi Zulkarnain, tengah bawah Wakil Ketua IV Aden Tamrin dan samping kanan bawah Wakil Ketua III Egar Carlis.

monopolisumselnews | Prabumulih – KONI Kota Prabumulih tengah digoyang isu internal setelah tiga wakil ketua Wakil Ketua II Didi Zulkarnain, Wakil Ketua III Egar Carlis, dan Wakil Ketua IV Aden Tamrin dikabarkan mengundurkan diri dari kepengurusan.

Langkah mundur mereka memunculkan dugaan kuat adanya ketidakharmonisan di tubuh organisasi olahraga tersebut.

Egar Carlis tercatat mengajukan surat pengunduran diri sejak Desember 2024, disusul Aden Tamrin yang menyerahkan surat mundurnya pada 3 November lalu. Keduanya disebut tidak lagi sejalan dengan gaya kepemimpinan Ketua KONI Prabumulih, Wedy Saputra.

Situasi makin panas setelah Didi Zulkarnain ikut angkat bicara. Ia mengaku sudah dua kali mengirimkan surat pengunduran diri, namun yang pertama tidak direspons.

Didi menegaskan bahwa alasan utamanya mundur karena suasana kerja yang menurutnya tidak lagi kondusif dan membuatnya tidak nyaman berkontribusi di KONI.

“Selama ini saya merasa seperti tidak dianggap. Kita ini organisasi, bukan perusahaan. Pemikiran bersama seharusnya yang memajukan KONI, bukan berjalan sepihak,” ujar Didi.

Ketidaknyamanan itulah yang disebutnya membuat ruang geraknya terbatas, meski ia tetap mengakui faktor kesehatan juga menjadi bagian dari pertimbangannya.

Sementara itu, Ketua KONI Prabumulih, Wedy Saputra, membenarkan pengunduran diri Egar dan Aden. Ia menyebut Egar sudah mundur di awal periode, sedangkan Aden jarang hadir rapat karena terkendala waktu.

Namun terkait Didi, Wedy mengatakan belum menerima surat pengunduran diri secara resmi. Ia menegaskan bahwa Didi tetap dilibatkan dalam berbagai kegiatan KONI, termasuk saat Porprov Sumsel di Muba.

Wedy juga membenarkan bahwa Didi sedang mengalami gangguan kesehatan, dan memastikan hak-haknya sebagai pengurus tetap dipenuhi.

Gonjang-ganjing ini memunculkan tanda tanya besar di publik : apakah KONI Prabumulih tengah menghadapi masalah manajemen internal yang serius, atau sekadar miskomunikasi antar-pengurus? Yang jelas, dinamika ini menjadi sorotan tajam menjelang sejumlah agenda olahraga penting di Kota Prabumulih.

# Baca Juga :  Polisi Terus Dalami Kebakaran 1 Unit Mobil Kijang Innova di Prabumulih

Penulis : Hendra Wira
Editor : S. Riok Marki