Disnaker Prabumulih Data 13 PMI ke Timur Tengah, Siaga Antisipasi Dampak Konflik Iran

monopolisumselnews | Prabumulih – Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) merilis rekapitulasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Prabumulih yang bekerja di kawasan Timur Tengah sepanjang tahun 2023 hingga 2025.

Total tercatat sebanyak 13 orang diberangkatkan secara prosedural melalui sejumlah perusahaan penempatan resmi.

Data tersebut disahkan pada 3 Maret 2026 di Prabumulih oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Prabumulih, H. Sanjay Yunus, SH, MH.

Rincian Tahun 2023

Pada 2023 tercatat enam PMI diberangkatkan ke Arab Saudi melalui beberapa perusahaan penempatan seperti PT Millenium Muda Makmur, PT Deka Perkasa Adijaya, dan PT Timuraya Jaya Lestari.

Mayoritas bekerja di sektor manufaktur, sopir bus, serta tenaga kesehatan (nurse/technician nurse). Tingkat pendidikan bervariasi dari SMK hingga S1.

Rincian Tahun 2024

Tahun 2024 terdapat tiga PMI. Dua orang bekerja di Arab Saudi sebagai teknisi pesawat dan sopir bus, sementara satu orang bekerja di Turki sebagai spa therapist. Perusahaan penempatan antara lain PT Abul Pratamajaya, PT Haena Duta Cemerlang, dan PT Millenium Muda Makmur.

Rincian Tahun 2025

Pada 2025, tercatat empat PMI berangkat ke Arab Saudi melalui PT Millenium Muda Makmur dan PT Berkah Guna Selaras. Pekerjaan yang digeluti antara lain shelving worker, production supervisor, food and beverage counter worker, hingga drilling worker.

Mayoritas PMI asal Prabumulih bekerja di Arab Saudi, dengan latar pendidikan mulai dari SD hingga S1.

Menyikapi dinamika konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk situasi geopolitik Iran, Disnaker Prabumulih menyatakan langkah antisipatif terus dilakukan guna memastikan keselamatan PMI asal daerah tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Prabumulih, H. Sanjay Yunus, SH, MH, menegaskan pihaknya aktif melakukan pendataan dan pemantauan.

# Baca Juga :  Bongkar Rumah Curi Uang dan Emas di Wilayah Jalan Kopral Toya Prabumulih, 2 Pelaku Diringkus dan 4 Lainnya Buron

“Kami terus melakukan monitoring terhadap PMI asal Prabumulih yang berada di Timur Tengah. Koordinasi intensif dilakukan dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, BP2MI, serta KBRI dan KJRI di negara penempatan untuk memastikan kondisi mereka aman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Disnaker juga membuka jalur komunikasi bagi keluarga PMI yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pengaduan.

“Jika terjadi keadaan darurat, kami siap menjadi penghubung antara keluarga dan instansi pusat. Apabila situasi memburuk, kami juga mendukung proses evakuasi atau repatriasi sesuai arahan pemerintah pusat,” tegasnya.

Selain itu, Disnaker mengimbau masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri agar mengikuti prosedur resmi demi menjamin perlindungan hukum dan keselamatan.

“Kami mengingatkan calon PMI agar berangkat secara prosedural melalui perusahaan resmi. Jangan tergiur jalur nonprosedural karena risikonya sangat besar,” tambahnya.

Dalam situasi global yang dinamis, Disnaker Prabumulih menegaskan perannya sebagai koordinator daerah yang memastikan perlindungan, komunikasi, dan kesiapsiagaan bagi PMI asal kota tersebut.

Dengan pendataan yang terstruktur dan koordinasi lintas instansi, pemerintah daerah berharap seluruh PMI asal Prabumulih tetap dalam kondisi aman serta mendapatkan perlindungan maksimal dari negara.