monopolinews.com | Muara Enim – Pemkab Muara Enim diproyeksikan memperoleh dividen atau keuntungan dari pembagian laba PT. Bukit Asam (PTBA), Tbk sebesar Rp 4 miliar atau turun signifikan 65,22 persen dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar 11,5 miliar.
Dividen tersebut didapatkan dari ketetapan pembagian laba sebesar 45 persen atau senilai Rp 1,32 triliun dari total laba bersih sebesar Rp. 2,93 triliun.
Hal tersebut diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PTBA Tahun Buku 2025 di Jakarta, Kamis petang (11/06). Dalam RUPS kali ini ditetapkan pula Bambang Ismawan sebagai Direktur Utama PTBA menggantikan Arsal Ismail.
Sebagai salah satu pemegang saham, Plt. Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., atas nama Pemkab. Enim menjelaskan bahwa penurunan dividen ini diakibatkan turunnya laba perusahaan sebesar 42,5 persen dari tahun lalu atau senilai Rp 5,1 triliun yang diikuti dengan penurunan persentase pembagian laba dari 75 persen menjadi 45 persen.
Dalam RUPS tahunan tersebut disampaikan bahwa hal tersebut disebabkan karena penurunan harga batu bara di pasar global yang berdampak pada belum tercapainya target penjualan, sementara biaya produksi maupun beban usaha kian meningkat.
Namun demikian dirinya tetap mengapresiasi kinerja PTBA yang dinilai telah berupaya maksimal mengimbanginya dengan peningkatan volume produksi sebesar 9 persen atau 47,2 juta ton dan volume penjualan meningkat 6 persen atau 45,4 juta ton, meskipun di bawah target penjualan sebesar 50,1 juta ton pada 2025. .
Plt. Bupati berharap melalui kepemimpinan Direktur Utama yang baru PTBA mampu meningkatkan performa sehingga memberikan kontribusi maksimal bagi negara, khususnya Kabupaten Muara Enim.
Lebih lanjut Plt. Bupati menjelaskan kepemilikan modal Pemkab. Muara Enim di PTBA sebanyak 34.730.000 lembar saham atau 0,30 persen dari total jumlah saham.
Sesuai ketentuan dividen 2025 sebesar Rp 4 miliar akan diserahkan PTBA paling lambat 30 hari setelah pengumuman RUPS dan akan disetorkan ke kas daerah sebagai pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2026.
Laporan : Beben






