monopolinews.com | Prabumulih— Kecelakaan maut antara kereta api dan mobil Isuzu Panther terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Pakjo, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 15.15 WIB.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal pihak kepolisian, kecelakaan melibatkan Kereta Api Penumpang S10 Bukit Selero relasi Lubuklinggau-Palembang dengan mobil Isuzu Panther Touring warna putih nomor polisi BG 1348 DF.
Polisi menyebut mobil yang dikemudikan SO (65) melaju dari arah Gunung Ibul Barat menuju Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur.
Saat tiba di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di KM 32589 Jalan Pakjo, mobil tersebut melintas di atas rel.
Pada saat bersamaan, Kereta Api Penumpang S10 Bukit Selero yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Palembang datang melintas.
Kereta api kemudian menabrak mobil tersebut.
Benturan keras menyebabkan mobil terpental sekitar 15 meter dari lokasi tabrakan.
Akibat kecelakaan tersebut, lima orang yang berada di dalam mobil menjadi korban. Empat orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya dalam kondisi kritis.
Keempat korban meninggal dunia yakni SO (65) selaku pengemudi, MA (56), SE (25), serta RI (7).
SO, MA dan SE tercatat sebagai warga Desa Segayam, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. Sementara RI merupakan warga Desa Prambatan, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Sedangkan korban kritis yakni AP (15), pelajar asal Desa Prambatan, Kabupaten PALI.
Setelah kejadian, seluruh korban dievakuasi ke RS Bunda Prabumulih untuk mendapatkan penanganan.
Pihak kepolisian kemudian mendatangi lokasi kejadian, melakukan pendataan dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Tiga saksi yang dicatat polisi yakni Kursini (60), Fredy Yansyah (42), dan Suwardi (57). Ketiganya merupakan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Petugas juga memasang garis polisi di lokasi serta membuat laporan terkait penanganan kecelakaan tersebut.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi memastikan kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu saat mobil melintas dan bersamaan dengan datangnya KA Bukit Selero dari arah Lubuklinggau menuju Palembang.
Penyelidikan dan pendataan lebih lanjut masih dilakukan pihak kepolisian untuk memastikan seluruh fakta terkait kecelakaan maut tersebut.






