monopolinews.com | Prabumulih — Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Prabumulih menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) masa bakti 2026–2029 di Hall Siang Malam, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemerintah Kota Prabumulih, Abadi, serta Ketua BPD HIPMI Sumatera Selatan, M. Puri Andams.
Ketua BPD HIPMI Sumsel, M. Puri Andams, mengatakan Rakercab merupakan agenda wajib organisasi yang menjadi momentum untuk menyusun dan menyelaraskan program kerja dengan kebutuhan pengusaha muda di daerah.
“Rapat Kerja Cabang itu salah satu agenda organisasi wajib yang harus dilakukan untuk mensinergikan program-program sesuai dengan kebutuhan teman-teman kita di Kota Prabumulih, dan selaras dan sinergi dengan Pemerintah Kota Prabumulih,” kata Puri.
Menurutnya, HIPMI Prabumulih juga perlu memperkuat kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perbankan.
Ia menilai Prabumulih memiliki sejumlah potensi bisnis yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor pertanian, minyak, perkebunan hingga pemasaran produk-produk daerah.
“Artinya potensi bisnis sektor pertanian, ada minyak, perkebunan, dan lain-lain. Artinya ini pembahasan tentang bisnis sebenarnya. Sektor bisnisnya, ada juga penyaluran produk-produk daerah,” ujarnya.
Puri juga mengungkapkan adanya dukungan dari sektor perbankan, salah satunya melalui kerja sama dengan Bank Mandiri. Dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi anggota HIPMI Prabumulih yang membutuhkan akses pembiayaan usaha.
“Support dari Bank Mandiri MOU untuk kemudahan teman-teman HIPMI Prabumulih yang ingin mengajukan kredit, mungkin ada spesial bunganya, dinegosiasi, dan juga metode cara pengajuan kreditnya,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua BPC HIPMI Kota Prabumulih, Rizky Alvieto, mengatakan pembahasan mengenai program kerja secara rinci akan dilakukan setelah rangkaian seremonial Rakercab selesai.
Menurutnya, rapat kerja tersebut menjadi momentum untuk menyatukan visi, misi serta program kerja kepengurusan BPC HIPMI Prabumulih masa bakti 2026–2029.
“Setelah seremonial ini, setelah isoma kita langsung rapat kerja untuk menyatukan visi misi dan program-program kerja untuk di periode ini,” kata Rizky.
Rizky menyebut salah satu agenda utama yang akan menjadi program ke depan adalah Forum Bisnis Cabang. Kegiatan tersebut nantinya akan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Prabumulih.
Forum tersebut direncanakan tidak hanya menjadi ruang seminar dan pengembangan jejaring usaha, tetapi juga membantu pelaku UMKM dalam memenuhi legalitas usaha, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Di situ ada seminar, ada UMKM-UMKM yang akan seluruhnya ada di Prabumulih. Dan di situ juga bisa yang tadinya UMKM belum ada NIB, mereka sudah bisa ada NIB,” ungkapnya.
Rizky menegaskan, sebagai organisasi yang menaungi pengusaha muda, HIPMI harus terus mendorong anggotanya untuk optimistis dan aktif bergerak mengembangkan usaha.
“Karena kita kan judulnya HIPMI ini Himpunan Pengusaha Muda, jadi harus optimis apa pun itu. Yang penting kerja, gerak-gerak terus,” tegasnya.
Puri menambahkan, sikap optimistis menjadi modal penting bagi pengusaha dalam menghadapi berbagai kondisi ekonomi.
“Dalam kondisi apa pun pengusaha harus tetap optimis. Situasi-situasi bisa saja memang tidak mengarah anginnya kepada kita hari ini, tapi kita harus optimis supaya tetap bisa berjalan, tetap bisa berkembang, dan tetap bisa menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Prabumulih,” pungkasnya.






