APBD Perubahan OKI 2026 Diproyeksi Rp2,56 Triliun, Bupati Muchendi Tekankan Efisiensi Belanja

monopolinews.com | OKI  — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengarahkan Perubahan APBD 2026 pada program prioritas yang berdampak nyata bagi masyarakat. Arah kebijakan tersebut disampaikan Bupati OKI Muchendi Mahzareki saat menyerahkan Nota Pengantar Rancangan Perubahan KUA dan PPAS TA 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD OKI, Senin (7/9/2026).

​Di tengah keterbatasan fiskal, Muchendi menegaskan alokasi belanja daerah akan difokuskan untuk memenuhi belanja wajib, peningkatan kualitas infrastruktur publik, serta percepatan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

​“Setiap alokasi belanja harus memiliki dasar kebutuhan yang jelas dan mendukung pencapaian prioritas pembangunan daerah,” kata Muchendi.

​Rincian Postur Perubahan APBD 2026:
— ​Pendapatan Daerah: Rp2,495 Triliun
— ​Penerimaan Pembiayaan (SiLPA Audited BPK): Rp66,93 Miliar
— ​Total Proyeksi Belanja Daerah: Rp2,561 Triliun

​Muchendi mengingatkan perangkat daerah agar tak sekadar mengejar tingkat serapan anggaran, melainkan kualitas hasil (output dan outcome). Pemkab OKI juga memperkuat pengendalian internal demi transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.

​“Penggunaan anggaran harus dilakukan secara efisien dan menghindari belanja yang tidak memberikan manfaat yang jelas,” tegasnya.
​Ia berharap pembahasan bersama DPRD OKI berlangsung objektif dan konstruktif sesuai kemampuan fiskal daerah.

​“Seluruh kebijakan anggaran yang kita sepakati harus diarahkan untuk mendukung pencapaian visi pembangunan daerah: Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir Maju Bersama di Bumi Bende Seguguk Tahun 2029,” ujar Muchendi.

Laporan : Rahmawati

# Baca Juga :  Pertahankan WTP ke-15, Bupati Muchendi Tekankan Perbaikan Tata Kelola dan Pelayanan Publik