monopolinews.com | Prabumulih — Peserta Didik Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian (SPPK) Lemdiklat Polri Angkatan 4 Tahun 2026 melaksanakan audiensi dengan Wali Kota Prabumulih H. Arlan, Senin (14/9/2026).
Audiensi yang berlangsung di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih tersebut menjadi bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP), sekaligus menjadi momentum memperkuat komunikasi dan sinergitas antara Polri dengan pemerintah daerah, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kegiatan dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dan dipimpin langsung Wali Kota Prabumulih H. Arlan, didampingi Sekretaris Daerah Kota Prabumulih H. Elman, S.T., M.M.
Dalam pertemuan tersebut, Patun dan Serdik SPPK menyampaikan hasil kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan di wilayah Kota Prabumulih, termasuk pengecekan terhadap sejumlah posko Karhutla.
Dari hasil pengecekan tersebut, Serdik menilai komunikasi dan koordinasi antarinstansi dalam penanganan Karhutla di lapangan telah berjalan dengan baik. Meski demikian, upaya tersebut dinilai perlu terus diperkuat, terutama pada aspek pencegahan.
Serdik SPPK mendorong agar penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran telah terjadi, tetapi juga melalui langkah antisipasi dan edukasi kepada masyarakat.
Salah satunya dengan meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya serta dampak pembakaran hutan dan lahan. Edukasi secara berkelanjutan dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat sehingga potensi Karhutla dapat ditekan sejak dini.
Dalam kesempatan tersebut, Patun dan Serdik SPPK juga menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Prabumulih, khususnya Wali Kota H. Arlan, yang telah menerima rombongan dan memberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai kondisi serta upaya penanganan Karhutla di wilayah Kota Prabumulih.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Prabumulih H. Arlan menyampaikan terima kasih kepada jajaran SPPK Lemdiklat Polri atas kunjungan dan berbagai kegiatan yang telah dilakukan selama berada di Kota Prabumulih.
H. Arlan juga mengapresiasi perhatian serta masukan yang disampaikan Patun dan Serdik SPPK terkait upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.
Menurutnya, Pemerintah Kota Prabumulih terus berupaya melakukan berbagai langkah dalam menghadapi potensi Karhutla. Dalam pelaksanaannya, sinergitas antara pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting.
“Sinergitas antara pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat dan seluruh pihak harus terus diperkuat. Pencegahan menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi Karhutla,” ujar H. Arlan.
Ia menambahkan, masukan dan saran yang disampaikan Patun maupun Serdik SPPK akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Prabumulih dalam mendukung peningkatan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Perwira Pendamping Kombes Pol Pepen Supena Wijaya, S.I.K., Kombes Pol Darmawan Affandi, S.I.K., M.M., Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., Wakapolres Prabumulih Kompol Idham Haris Sugiono, S.E., M.M., Kasat Intelkam Polres Prabumulih IPTU Kiki Herry Kiswanto, S.Sos., serta Kapolsek Cambai IPTU Haryoni Amin, S.H.
Sementara itu, Serdik KKP SPPK Angkatan 4 Tahun 2026 yang hadir yakni Lalan Urif Wibowo, S.ST., M.M., Ekanto Yuni Eddy, S.ST., M.Mar., Juli Hartowo, S.T., M.Tr.A.P., Albert Daniel Hamonangan Tampubolon, S.H., M.H., R. Ahmad Hari Junianto, S.Kom., M.H., Ahmad Pahmi, S.Kom., S.H., Zulfadli, S.ST., M.M., serta dr. Laura Cristiye, M.T.Kes.
Audiensi berakhir sekitar pukul 14.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib dan kondusif.
Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat koordinasi lintas sektor antara Polri dan Pemerintah Kota Prabumulih, sekaligus mendorong langkah pencegahan Karhutla yang lebih terpadu dan berkelanjutan.






