Ketua GP Ansor Minta Pemkot Prabumulih Lebih Peduli terhadap Keselamatan Masyarakat di Perlintasan Kereta Api

monopolisumselnews | Prabumulih – Tingginya angka kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kota Prabumulih kembali menjadi sorotan.

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Prabumulih, Said S., meminta Pemerintah Kota Prabumulih untuk lebih serius menangani permasalahan ini, mengingat banyaknya perlintasan tanpa palang pintu yang menjadi jalan utama maupun alternatif bagi masyarakat.

Terbaru, kecelakaan tragis terjadi pada Kamis (12/12/2024) di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Pangkul Jaya, Kecamatan Cambai.

Sebuah mobil Toyota Rush dengan dua penumpang tertabrak kereta api penumpang KA Rajabasa yang melaju dari Palembang menuju Prabumulih.

Dalam kejadian tersebut, satu korban bernama Rizki Yudhan Gusmawari (29) meninggal dunia di lokasi, sementara Deni Ramdani (31) mengalami luka serius dan dirawat di RSUD Kota Prabumulih.

Mobil yang mereka tumpangi terseret sejauh 300 meter hingga mengalami kerusakan parah.

Berdasarkan data, dalam beberapa bulan terakhir, Kota Prabumulih mencatat sejumlah kecelakaan kereta api yang melibatkan kendaraan dan pejalan kaki.

Beberapa kasus bahkan berujung pada korban jiwa, seperti insiden yang terjadi pada 14 November 2024 di Kelurahan Sidomulyo, dan kasus lainnya yang melibatkan kendaraan roda empat serta pejalan kaki.

Said S. menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus.

Menurutnya, pemerintah kota harus segera turun tangan dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada.

“Dishub bisa diberdayakan untuk menjaga perlintasan tanpa palang pintu. Atau pihak Satpol PP dan masyarakat setempat juga dapat dilibatkan dengan status seperti RT/RW yang digaji oleh pemerintah,” ungkap Said.

Ia juga meminta masyarakat agar lebih waspada saat melintasi perlintasan tanpa palang pintu dan senantiasa berdoa demi keselamatan dalam perjalanan.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Kita semua harus mengambil peran, termasuk pemerintah yang memiliki kewajiban untuk melindungi warganya,” tambahnya.

# Baca Juga :  Gara Gara Panci, Pria Asal Kelurahan Pasar Prabumulih Kembali Rela di Bui

Kejadian ini seharusnya menjadi alarm bagi Pemkot Prabumulih untuk segera bertindak.

Upaya seperti pemasangan palang pintu, penjagaan manual, atau sosialisasi terkait keselamatan di perlintasan kereta api perlu ditingkatkan agar korban jiwa tidak terus bertambah.

Ketua GP Ansor juga berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman.

Dalam kesempatan itu juga Ia mengharap, kepada seluruh unsur pemerintahan, Penegak Hukum, maupun Pemangku Kebijakan serta Pihak yang diberikan Amanah sebagai Pemangku Kebijakan untuk Senan Tiasa bersikap Andap Asor (Rendah Hati, Red).

“Dalam hal ini kita dapat mencontoh sikap Tawadhu Rasulullah Nabi Besar Kita Muhammad SAW sebagai Uswatun Khasana. Seperti potongan surat Al-Fajr Ayat 6-13 yang mengisahkan tentang Kaum Samud dan Firaun yang melakukan kesewenang-wenangan hingga menimbulkan kerusakan sehingga Allah SWT Harus menimpakan cemeti Azabnya,” harapnya.