Diduga Kembali Beroperasi, Warga Sindur Prabumulih Resah dengan Dugaan Tempat Prostitusi di Jalan Sudirman

monopolisumselnews | Prabumulih – Warga Kelurahan Sindur, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, kembali dibuat resah dengan dugaan praktik prostitusi yang beroperasi di wilayah mereka.

Lokasi yang sebelumnya pernah dibongkar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) beberapa tahun lalu, kini diduga kembali aktif dengan modus warung kopi yang menyediakan kamar bagi praktik terlarang tersebut.

Ketua masjid setempat dan beberapa toko agama serta masyarakat setempat sebelumnya sudah mengingatkan pemilik warung, namun aktivitas di lokasi itu justru semakin menjadi.

Selain itu, mereka juga telah memberikan peringatan kepada para pemilik usaha yang diduga menyewakan kamar untuk praktik prostitusi. Namun, laporan dan teguran tersebut tampaknya tidak dihiraukan.

Rembug Warga Saat sebelum melakukan peneguran terhadap pemilik Cafe di duga tempat Prostitusi di wilayah Jalan Sudirman Kelurahan Sindur.

Warga setempat yang curiga semakin resah, karna sering melihat perempuan dan orang luar keluar masuk bergantian ketempat itu. Dan menduga adanya perempuan di bawah umur di lokasi tersebut.

Puncaknya, warga sempat menggeruduk tempat tersebut dan melaporkan kejadian ini kepada Lurah Sindur.

Namun, hingga kini, mereka mengaku belum melihat adanya tindakan tegas dari pihak kelurahan.

“Sudah kami laporkan ke Lurah Sindur, tetapi belum ada tindakan yang benar-benar tegas. Sementara tempat itu masih beroperasi seperti biasa,” ujar salah satu warga.

Karena tak kunjung mendapat respon yang memuaskan, warga akhirnya melaporkan kasus ini ke Polsek Cambai dengan harapan pihak kepolisian segera menindaklanjuti keresahan mereka.

“Alhamdulilah tadi pihak kepolisian sudah mendatangi tempat tersebut, dan pihak kepolisian juga sudah membawa perempuan yang diduga di bawah umur serta pemilik cafe tersebut,” ungkap Tedi Robiansyah, yang didampingi oleh H. Taufik , Didi Zulkarnain dan Firman. saat di bincangi media ini, Kamis Pagi (06/02/2024).

# Baca Juga :  Ngobrol Manis di Tribun Prabujaya Berujung Apes, Motor Mahasiswi di Prabumulih Digondol Pria Tak Dikenal

Selain itu, mereka juga menegaskan bahwa warga menuntut aparat berwenang untuk segera menertibkan dan membubarkan praktik di duga tempat prostitusi di wilayah mereka.

“3 bulan yang lalu lingkungan kami sering ketodongan dan kemalingan, pernah kami jebak tidak lain pelakunya orang pengunjung kafe remang remang ini. Kami sebagai warga ingin lingkungan yang bersih dan aman. Bahkan harapan kami akan kami jadikan Sindur kelurahan yang taat agama. Ada 3 pondok pesantren disini. Jangan sampe di kotori. Kami berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang untuk menutup tempat tempat seperti ini agar tidak meresahkan masyarakat lagi,” kata Tedi.

Masyarakat juga berterima kasih atas dukungan penuh dari RT setempat, Melinda, yang merupakan RT 01 RW 03 Kelurahan Sindur.

“Sindur harus dibersihkan dari hal-hal negatif seperti ini. Bukan hanya warung-warung kopi yang bermasalah, tetapi juga kafe-kafe yang berpotensi menjadi tempat hiburan tidak sehat, merusak pemandangan lingkungan khususnya untuk kaum muda mudi dan anak anak . ” tambah Tedi.

Kini, warga menantikan langkah tegas dari aparat terkait, baik dari kelurahan, Satpol PP, maupun kepolisian, untuk memastikan praktik prostitusi di kawasan tersebut benar-benar ditutup dan tidak kembali beroperasi.