Besok PT Sritex Tutup Total, Semua Karyawan Terakhir Kerja Hari Ini : Lantas Bagaimana Nasib Tenaga Kerja Asal Kota Prabumulih?

Foto : Dokumenter 120 remaja asal Kota Prabumulih diberangkatkan ke PT Sritex Sukaharjo, Solo, Pada 2022 lalu.

monopolisumselnews | Prabumulih – PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) resmi menutup operasionalnya secara permanen mulai 1 Maret 2025, menyebabkan ribuan karyawan kehilangan pekerjaan.

Sepanjang tahun 2025, sebanyak 10.669 pekerja telah terdampak PHK, dengan 9.604 orang di antaranya di-PHK pada 26 Februari 2025.

Penutupan ini dikonfirmasi oleh Kepala Disperinaker Sukoharjo, Sumarno, yang menyatakan bahwa urusan gaji dan pesangon akan menjadi tanggung jawab kurator, sementara JHT karyawan akan diurus oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Sebelumnya, PT Sinar Pantja Djaja juga telah mem-PHK 300 pekerja yang hingga kini belum menerima pesangon mereka.

Dari Kabar tersebut, banyak Masyarakat Kota Prabumulih mulai mempertanyakan nasib tenaga kerja asal daerah mereka yang sebelumnya telah dikirim ke PT Sritex.

Sebagaimana kita ketahui sebelumnya, Pemerintah Kota Prabumulih sejak 2022 telah mengirimkan setidaknya 283 tenaga kerja dalam dua tahap, yaitu Tahap 1 yang Berangkat pada 15 Maret 2022 sebanyak 165 orang, dan Tahap 2 Berangkat pada 4 Juli 2022 sebanyak 118 orang warga untuk bekerja di PT Sritex sebagai upaya mengurangi angka pengangguran di Kota Prabumulih.

Pada perjalannya, Pada 15 Maret 2022, Wali Kota Prabumulih, Ir. H. Ridho Yahya, M.M., melepas keberangkatan 165 calon pekerja ke PT Sritex Sukoharjo, di mana 15 orang langsung ditempatkan bekerja, sementara 150 lainnya menjalani pelatihan dengan fasilitas tempat tinggal dan makan ditanggung perusahaan.

Namun, program ini tidak berjalan mulus. Pada gelombang pertama, lebih dari 50 pekerja dari 150 yang dikirim memilih pulang ke Prabumulih karena berbagai alasan.

Akibatnya, PT Sritex mengevaluasi program ini dan mewajibkan gelombang kedua memiliki tingkat retensi minimal 90%.

Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Prabumulih bahkan menerapkan kontrak kerja minimal satu tahun bagi calon pekerja baru, dengan aturan bahwa mereka harus mengembalikan biaya pengiriman jika pulang sebelum kontrak selesai.

# Baca Juga :  Wali Kota Prabumulih Bantu Pengerukan Sungai Jambat Akar dengan Alat Berat Pribadi

Bahkan, Pada 27 Juli 2022, Ketua TP PKK Kota Prabumulih, Ir. Hj. Suryanti Ngesti Rahayu Ridho, mengunjungi langsung ratusan pekerja asal Prabumulih di PT Sritex untuk memberikan motivasi dan memastikan kesejahteraan mereka.

Dari wacana program ini, Pemkot Prabumulih sebelumnya menargetkan 1.000 warga bekerja di Sritex. Namun, dengan perusahaan ini kini tutup total, banyak yang mempertanyakan bagaimana nasib mereka yang telah berkerja di perusahaan tersebut.

Menanggapi situasi ini, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Prabumulih, Sanjay Yunus, membenarkan bahwa seluruh tenaga kerja asal Prabumulih yang masih bertahan di PT Sritex telah terkena pemutusan kontrak per 1 Februari 2025.

Menurut Sanjay, program penempatan tenaga kerja ini sejak awal menghadapi berbagai tantangan, di mana banyak pekerja yang akhirnya kembali ke Prabumulih karena berbagai alasan. Hingga akhir 2024, hanya tersisa 27 orang yang masih bertahan di PT Sritex, sebelum akhirnya semuanya di-PHK seiring dengan penutupan perusahaan tersebut.

Namun, tidak semua tenaga kerja yang terkena PHK kembali ke Prabumulih. Beberapa di antaranya berhasil mendapatkan pekerjaan baru di perusahaan garmen lain, seperti PT Sansan Saudaratex Semarang, PT SAI Semarang, dan PT Formosa Demak.

Meski begitu, Sanjay menegaskan bahwa pihaknya tetap akan berupaya membantu tenaga kerja yang terdampak dengan mencari solusi terbaik, baik melalui pelatihan kerja maupun penempatan di industri lain.