monopolisumselnews | Prabumulih – Polemik pemberhentian relawan Ade Irma di dapur MBG Sukajadi memasuki babak baru setelah kedua belah pihak duduk bersama dalam proses mediasi yang digelar di Sultan Caffe, Senin sore (17/11/2025).
Mediasi tersebut dihadiri oleh M. Arhab selaku Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Ka. SPPG) Sukajadi, Rifada selaku Koordinator Wilayah SPPG Prabumulih, serta Serka D. Pardosi dari Koramil 404/02 Prabumulih yang sekaligus bertindak sebagai pendamping MBG.
Pertemuan berlangsung dengan suasana cukup kondusif. Awalnya, Pihak Ade Irma sempat menyampaikan keberatan sekaligus klarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya.
Sementara pihak MBG memberikan penjelasan tambahan mengenai alasan operasional dan faktor kesehatan yang mendasari keputusan pergantian relawan.
Usai proses dialog, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan bersama. Intinya, Ade Irma diminta untuk fokus beristirahat dan memulihkan kondisi kesehatannya terlebih dahulu. Pihak MBG menegaskan bahwa pintu untuk kembali tetap terbuka.
“Kesepakatannya jelas, Ibu Ade harus istirahat dulu. Kalau nanti kondisinya sudah benar-benar membaik yang dilengkapi dengan surat keterangan sehat dari dokter yang menyatakan bahwa beliu sudah benar- benar sehat dan surat pernyataan dari keluarga, Ibu Ade Irma akan kami panggil kembali untuk bekerja,” ujar M. Arhab kepada wartawan usai mediasi.
Arhab menegaskan bahwa tujuan utama mediasi adalah meluruskan informasi yang simpang siur dan memastikan tidak ada pihak yang dirugikan.
Ia menambahkan bahwa MBG tidak pernah menutup pintu bagi relawan yang ingin kembali selama kondisi memungkinkan dan operasional dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu, pihak Ade Irma menyambut baik hasil mediasi ini dan berharap tidak ada lagi kesalahpahaman ke depan.
Untuk di ketahui, Mediasi ini menjadi penutup dari rangkaian polemik yang sempat ramai di media sosial. Kedua pihak sepakat untuk menjaga komunikasi lebih baik demi kelancaran pelayanan dapur MBG Sukajadi Prabumulih Timur.






