Aksi Massa di Prabumulih Memanas, Polres Turunkan Dalmas

monopolinews.com | Prabumulih — Suasana Lapangan Pemerintah Kota Prabumulih pada Jumat sore (17/4/2026) sempat terlihat tegang. Puluhan massa berkumpul, menyuarakan tuntutan dengan pengeras suara, sementara barisan personel kepolisian bersiaga membentuk formasi di depan mereka. Teriakan, dorongan, hingga upaya negosiasi mewarnai jalannya kegiatan yang sekilas tampak seperti kejadian nyata di tengah kota.

Namun, situasi tersebut merupakan bagian dari Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) yang digelar Polres Prabumulih sebagai upaya menguji kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas.

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB itu dipimpin langsung oleh Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana, didampingi Wakapolres Kompol Chindi Helyadi serta jajaran pejabat utama. Sebanyak 394 personel diterjunkan, lengkap dengan perlengkapan Dalmas, tim negosiator, hingga unit penegakan hukum.

Pada tahap awal, situasi digambarkan dalam kondisi aman. Personel melaksanakan patroli dialogis, berinteraksi dengan masyarakat, dan menjaga stabilitas wilayah. Namun, suasana berubah ketika sekelompok massa mulai berkumpul dan menyampaikan aspirasi.

Aksi yang awalnya berlangsung tertib perlahan meningkat. Massa mulai berteriak lebih keras, sebagian mencoba mendekati barisan petugas. Tim negosiator pun segera turun, berusaha menenangkan dan membuka ruang dialog. Imbauan disampaikan melalui pengeras suara, meminta massa tetap menjaga ketertiban.

Ketegangan meningkat ketika beberapa “massa” mulai bertindak provokatif. Dorongan terhadap barisan depan tak terhindarkan. Dalam kondisi tersebut, pasukan Dalmas awal diperintahkan maju untuk memperkuat barisan, disusul Dalmas lanjutan dengan perlengkapan pengendalian massa.

Dengan formasi rapi dan gerakan terukur, personel mulai melakukan penguraian massa. Satu per satu provokator diamankan oleh tim penegakan hukum, sementara petugas lain tetap berusaha mengendalikan situasi tanpa tindakan berlebihan. Di sisi lain, tim medis tampak sigap memberikan pertolongan kepada “korban” yang terlibat dalam kericuhan.

# Baca Juga :  Cegah Karhutla, Serdik SPPK Lemdiklat Polri Sosialisasi ke Warga Sukajadi dan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Seluruh rangkaian berlangsung dinamis, mencerminkan situasi lapangan yang kerap terjadi dalam aksi unjuk rasa. Koordinasi antar satuan terlihat solid, mulai dari pengamanan, negosiasi, hingga penanganan pasca kejadian.

Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana, dalam arahannya menegaskan pentingnya kesiapan personel dalam menghadapi situasi seperti ini.

“Yang kita latihkan hari ini adalah gambaran nyata yang bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu, setiap anggota harus siap, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis dan profesional dalam setiap tindakan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pengendalian massa bukan hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari cara anggota menjaga situasi tetap kondusif tanpa memicu eskalasi.

Kegiatan ditutup dengan apel konsolidasi dan evaluasi, di mana seluruh rangkaian latihan dibahas untuk meningkatkan kesiapan ke depan.

Meski berlangsung dengan suasana yang tampak nyata dan sempat menegangkan, perlu ditegaskan bahwa seluruh kejadian tersebut merupakan bagian dari simulasi yang telah dirancang secara terstruktur. Tidak ada kejadian gangguan kamtibmas yang sebenarnya, melainkan latihan untuk memastikan kesiapan Polres Prabumulih dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi di lapangan.

Dengan latihan ini, diharapkan setiap personel mampu bertindak cepat, tepat, dan profesional, sehingga stabilitas keamanan di Kota Prabumulih tetap terjaga dalam kondisi aman dan kondusif.