monopolinews.com | Prabumulih – Dr Yuniar Pratiwi, S.Si., M.Si kembali dipercaya memimpin Universitas Prabumulih sebagai Rektor untuk periode 2026–2030.
Pelantikan berlangsung di Aula Universitas Prabumulih, Senin (20/4/2026), dipimpin Ketua Yayasan Pendidikan Prabumulih, Haidir Wady, S.E., M.Si.
Turut hadir dalam prosesi tersebut Ketua Badan Pembina Yayasan Pendidikan Prabumulih, Drs. H. Erman Robain Sirod, M.M, serta dr. Hj. Liliek Supriyati.
Pada kesempatan yang sama, jajaran pimpinan universitas juga dikukuhkan, yakni Andi Christian, S.Kom., M.Kom sebagai Wakil Rektor, Dr. Desliana, S.E., M.M sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Khana Wijaya, S.Kom., M.Kom sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komputer, serta Dr. Ir. Aris Susilo, S.T., M.T sebagai Dekan Fakultas Teknik.
Penunjukan ini menandai kelanjutan kepemimpinan Yuniar setelah sebelumnya menjabat melalui mekanisme Penggantian Antar Waktu (PAW) sejak 2023.
Pada periode kedua ini, ia memiliki mandat penuh untuk mengakselerasi pengembangan institusi.
Dalam keterangannya, Yuniar menyampaikan bahwa selama masa kepemimpinan sebelumnya, Universitas Prabumulih telah mencatat sejumlah capaian strategis.
Di antaranya, perolehan hibah pengembangan inovasi pada tahun 2023 serta hibah Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PPTS) tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp980 juta.
“Hibah tersebut dimanfaatkan untuk mendukung ketercapaian pembelajaran mahasiswa sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan,” ujarnya.
Selain itu, universitas juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak eksternal berskala nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring dan meningkatkan daya saing.
Memasuki periode 2026–2030, fokus pengembangan diarahkan pada peningkatan akreditasi program studi, khususnya pada Program Studi Komputerisasi Akuntansi (D3) dan Akuntansi (S1).
Hal ini sejalan dengan kebijakan sistem akreditasi terbaru yang menekankan pada capaian status Terakreditasi dan Unggul.
“Target kami adalah memastikan prodi-prodi tersebut mencapai status Terakreditasi dan terus didorong menuju Unggul,” jelasnya.
Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya dosen dan penguatan kelembagaan juga menjadi prioritas dalam mendukung mutu lulusan.
Yuniar juga mengungkapkan tren positif pada jumlah mahasiswa baru dalam tiga tahun terakhir yang terus mengalami peningkatan.
Program Studi Teknik Pertambangan (D3) menjadi salah satu yang paling diminati, dengan jumlah pendaftar mendekati 100 orang setiap tahun.
Ia berharap, pada periode kepemimpinan kali ini, Universitas Prabumulih mampu memperluas pengakuan tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga secara nasional.
“Ke depan, kami ingin Universitas Prabumulih semakin berkembang dan memiliki daya saing yang lebih luas,” pungkasnya.






