monopolinews.com | Palembang – Kegiatan reses Masa Persidangan II Tahun 2026 yang digelar anggota DPRD Kota Palembang Daerah Pemilihan (Dapil) I menjadi momentum penting dalam menjaring aspirasi masyarakat secara langsung.
Reses yang berlangsung pada 23–24 April 2026 ini menyasar sejumlah wilayah, yakni Ilir Barat I, Ilir Barat II, Bukit Kecil, dan Gandus.
Dalam kegiatan tersebut, para anggota dewan tidak hanya menggelar dialog terbuka bersama warga, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil di tengah masyarakat.
Mulai dari infrastruktur jalan, sistem drainase, hingga pelayanan publik menjadi fokus peninjauan.
Reses ini menjadi salah satu mekanisme strategis DPRD dalam memastikan suara masyarakat terserap dan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah ke depan.
Melalui pendekatan dialogis, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi sehari-hari.
Sejumlah aspirasi mencuat dalam pertemuan tersebut. Warga mengeluhkan kondisi jalan lingkungan yang rusak, drainase yang tidak optimal hingga memicu genangan saat hujan, serta minimnya fasilitas pendukung seperti tempat sampah.
Selain itu, isu pelayanan publik dan kebutuhan sosial juga turut menjadi perhatian, termasuk peningkatan kualitas layanan administrasi dan bantuan sosial.
Anggota DPRD yang hadir menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan dihimpun dan dikaji lebih lanjut untuk diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan Kota Palembang.
Hasil reses ini nantinya akan dirumuskan menjadi pokok-pokok pikiran DPRD yang menjadi salah satu dasar dalam perencanaan anggaran daerah.
“Reses ini bukan sekadar agenda formal, tetapi bentuk komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung, dan memperjuangkan kebutuhan mereka,” ujar salah satu anggota DPRD saat berdialog dengan warga.
Dengan adanya reses ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga pembangunan di Kota Palembang dapat berjalan lebih tepat sasaran, responsif terhadap kebutuhan warga, serta berkelanjutan.
Kegiatan reses pun ditutup dengan peninjauan beberapa titik prioritas yang membutuhkan perhatian segera, sebagai langkah awal memastikan aspirasi masyarakat tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti secara nyata. (ADV)
Laporan : Rohayati






