monopolinews.com | Muara Enim – Pemerintah Kabupaten Muara Enim menggelar gotong royong serentak di enam kelurahan dalam wilayah Kecamatan Muara Enim sebagai upaya percepatan penanganan banjir yang kerap terjadi akibat tingginya curah hujan dan tersumbatnya saluran drainase.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi penanggulangan banjir yang sebelumnya digelar pemerintah daerah bersama berbagai instansi terkait.
Gotong royong dipimpin langsung oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Muara Enim, H. Risman Effendi, yang diawali dengan apel komando di halaman Pasar Mambo II, Kelurahan Pasar II, Sabtu (23/5/2026).
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Muara Enim melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur TNI dan Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat dan pemilik usaha di sekitar lokasi kegiatan.
Risman mengatakan, gotong royong serentak tersebut merupakan langkah cepat pemerintah bersama masyarakat untuk mengatasi berbagai penyebab banjir, terutama penyumbatan saluran air akibat tumpukan sampah dan sedimentasi.
“Ini merupakan tindak lanjut dari rapat penanganan banjir yang telah dilaksanakan sebelumnya. Pemerintah daerah bergerak bersama masyarakat membersihkan siring, gorong-gorong, serta mengangkat sampah dan endapan lumpur agar aliran air kembali lancar,” ujarnya.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, sejumlah OPD diterjunkan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiapkan alat berat guna melakukan pengerukan saluran yang mengalami pendangkalan akibat lumpur dan sampah.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup menurunkan armada pengangkut sampah beserta petugas kebersihan, sedangkan Dinas Pemadam Kebakaran membantu proses pembersihan melalui penyemprotan saluran yang mengalami penyumbatan.
Adapun lokasi gotong royong meliputi Kelurahan Pasar I di sepanjang Bedeng PJKA, Kelurahan Pasar II dari kawasan Mambo II hingga Tugu Pahlawan, Kelurahan Pasar III di Jalan Jenderal Sudirman depan eks Kantor PLN, Kelurahan Air Lintang di Jalan Proklamasi Gang Sepakat, Kelurahan Muara Enim di sepanjang Jalan Bemban menuju Syekh Yahya, serta Kelurahan Tungkal di Gang Kelapa belakang kantor lurah.
Meski kegiatan berjalan lancar, Risman mengungkapkan sejumlah kendala masih ditemukan di lapangan. Di antaranya banyaknya genangan air, tumpukan sampah dan sedimen yang menutupi saluran, hingga keberadaan bangunan permanen yang berdiri di atas drainase sehingga menyulitkan proses pembersihan.
Selain itu, kabel PDAM dan kabel optik yang melintas di dalam gorong-gorong juga menjadi salah satu penyebab terhambatnya aliran air karena memicu penumpukan sampah di saluran drainase.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Muara Enim akan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait rencana pengerukan lahan di sepanjang jalur rel kereta api guna mengalihkan aliran air menuju saluran pembuangan di wilayah Kelurahan Tungkal dan Ayek Putih.
Menurut Risman, penanganan banjir tidak dapat diselesaikan hanya melalui kegiatan gotong royong semata. Diperlukan langkah yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, termasuk normalisasi sungai serta anak-anak sungai yang menjadi jalur utama aliran air.
“Gotong royong ini merupakan langkah awal. Ke depan, normalisasi sungai dan saluran air harus terus dilakukan agar persoalan banjir di Kecamatan Muara Enim dapat ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat, Pemkab Muara Enim berharap upaya penanganan banjir dapat berjalan lebih efektif sehingga risiko genangan dan dampak kerugian bagi warga dapat diminimalkan.
Laporan : Beben






