monopolinews.com | Prabumulih – Kepanikan melanda kawasan Jalan Melati RT 05 RW 01, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, Senin (8/6/2026) siang. Sebuah bedeng asrama atau rumah kontrakan berisi enam pintu dilalap si jago merah hingga menyebabkan kerusakan berat pada seluruh bangunan.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Kobaran api yang muncul secara tiba-tiba dengan cepat membesar dan menyebar ke seluruh unit kontrakan yang berada dalam satu deretan bangunan, membuat para penghuni berhamburan keluar menyelamatkan diri dan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, salah seorang penghuni bernama Darmanto alias Doyok (36) saat kejadian sedang berada di kamar mandi. Ketika keluar, ia terkejut melihat kobaran api sudah membesar dari rumah kontrakan yang berada di sebelah tempat tinggalnya.
Tanpa berpikir panjang, Doyok langsung berusaha menyelamatkan istri dan anaknya sebelum api semakin membesar. Dalam hitungan menit, kobaran api merambat ke bangunan lain yang berdempetan sehingga seluruh enam unit kontrakan ikut terbakar.
Saksi lainnya menerangkan, api pertama kali terlihat muncul dari bagian dapur di salah satu rumah kontrakan yang berada di sisi kiri bangunan. Melihat api semakin membesar, warga sekitar berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari berbagai penjuru wilayah Prabumulih Barat. Kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan mudah terbakar membuat api dengan cepat menguasai lokasi.
Mendapat laporan dari warga, tiga unit mobil pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi. Terdiri dari satu unit milik Pemerintah Kota Prabumulih dan dua unit bantuan dari Pertamina.
Petugas pemadam bersama warga berjibaku memadamkan api agar tidak merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi. Setelah proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 15.30 WIB.
Tak lama setelah menerima informasi kejadian, personel Polsek Prabumulih Barat yang terdiri dari Unit Intelkam, piket SPKT, dan Unit Reskrim langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan serta penyelidikan awal.
Petugas melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan area kebakaran, meminta keterangan dari sejumlah saksi, serta memasang garis polisi (police line) guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek Prabumulih Barat IPTU Thomas Siswo Purnomo, S.H., mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat guna memastikan penyebab kebakaran sekaligus mengamankan lokasi.
“Kami langsung menerjunkan personel ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Petugas telah melakukan pengecekan TKP, meminta keterangan saksi-saksi, memasang police line serta melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, api diduga berasal dari korsleting arus listrik di salah satu rumah kontrakan, namun penyebab pastinya masih dalam proses pendalaman,” ujar IPTU Thomas.
Akibat peristiwa tersebut, enam unit rumah kontrakan mengalami kerusakan berat dan nyaris rata dengan tanah. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut karena seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api dan mengumpulkan keterangan tambahan dari para saksi guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Polres Prabumulih juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak layak, kabel yang sudah usang, maupun penggunaan peralatan elektronik secara berlebihan.
Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Polri mengingatkan bahwa layanan Call Center 110 dapat diakses secara gratis selama 24 jam untuk melaporkan kejadian darurat, tindak pidana, gangguan kamtibmas, kecelakaan lalu lintas, maupun peristiwa lain yang membutuhkan penanganan cepat dari kepolisian.






