monopolisumselnews | Prabumulih – Ratusan hingga ribuan masyarakat di Kecamatan Prabumulih Timur, khususnya di Kelurahan Muara Dua dan sekitarnya, terus mengeluhkan pemadaman listrik yang kian sering terjadi.
Meski tanpa adanya angin maupun hujan, aliran listrik sering kali mati mendadak, terlebih kini saat memasuki musim penghujan, pemadaman rutin dilakukan oleh pihak PLN.
Tidak tanggung-tanggung, dalam sehari masyarakat harus menghadapi pemadaman listrik hingga dua kali, bahkan terjadi pada waktu-waktu yang tidak terduga.
Situasi ini memicu kecaman luas terhadap PLN Kota Prabumulih yang kini ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi topik utama dalam berbagai perkumpulan masyarakat setempat.
Salah satu warga Kelurahan Muara Dua, Rian, mengungkapkan kekesalannya terhadap kondisi tersebut.
“Kadang PLN ini tidak mikir, setiap hari pasti ada saja mati lampu, kadang dua kali sehari. Sudah magrib bisa 2 jam, trus malam sekitar jam 2 atau jam 3 dinihari, pasti mati juga. Untuk apa diadakan perawatan jaringan listrik kalau tetap sering mati saat hujan? Padahal kita ini sudah di tengah kota, tapi kok rasanya seperti tinggal di talang pedalaman. Giliran telat bayar, PLN langsung ancam putuskan aliran listrik,” ujarnya dengan nada kesal.
Keluhan serupa juga datang dari Edo, warga lain di wilayah tersebut. Ia menilai kinerja dan pelayanan PLN saat ini lebih memprioritaskan kepentingan internal mereka tanpa memikirkan dampak kepada masyarakat.
“Kami meminta manajemen PLN untuk melakukan evaluasi kinerja. Jangan seenaknya saja dan terus mempertontonkan citra buruk kepada masyarakat. Kami dirugikan dengan pemadaman ini, anak-anak rewel karena panas, dan alat-alat elektronik kami terancam rusak akibat mati listrik mendadak. Kami bayar listrik mahal, tapi kualitas pelayanan jauh dari harapan,” ungkap Edo.
Selain mengeluhkan pelayanan PLN, masyarakat juga menyerukan agar Kementerian BUMN mengambil tindakan tegas dengan mengevaluasi atau bahkan mengganti jajaran petinggi PLN Kota Prabumulih yang dinilai tidak kompeten dalam mengatasi masalah tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PLN terkait keluhan masyarakat ini.
Namun, desakan dari masyarakat agar masalah ini segera diatasi kian menguat, mengingat dampak negatif yang ditimbulkan semakin dirasakan, terutama dalam aktivitas sehari-hari dan potensi kerusakan perangkat elektronik di rumah tangga.






