Sebagian Masyarakat MUBA Disinyalir Bergantung Hidup Pada Sumur Bor Minyak Ilegal dan Ilegal Refinery?

Oplus_131072

monopolisumselnews | MUBA – Aktivitas pengeboran minyak ilegal (drilling) dan kilang minyak ilegal (refinery) di Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, diduga semakin masif dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

Berdasarkan temuan di lapangan, sebagian warga diduga menggantungkan hidup mereka dari pekerjaan di sektor ilegal ini, baik sebagai pengebor sumur minyak maupun pengelola kilang minyak ilegal.

Seorang warga berinisial IN yang diwawancarai awak media mengungkapkan bahwa aktivitas ini sudah mendarah daging di Musi Banyuasin.

“Ilegal drilling dan refinery ini sudah lama ada dan bagi sebagian masyarakat menjadi sumber mata pencaharian utama untuk mencari makan dan menyambung hidup,” ujarnya.

Sementara itu, MZ, warga lainnya, menyebut bahwa pekerjaan ini memang berisiko, namun banyak warga tidak punya pilihan lain.

“Seperti pepatah, ibarat buah simalakama. Kami butuh makan, tapi tidak ada pekerjaan lain. Tolong bantu kami mencarikan solusi agar masyarakat yang bergantung hidup dari ilegal drilling dan refinery ini punya alternatif pekerjaan lain,” pintanya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait maraknya aktivitas ini.

Masalah ilegal drilling dan refinery memang menjadi tantangan besar, tidak hanya dari aspek hukum tetapi juga dari sisi sosial dan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup di sektor ini.

Laporan : Indra

# Baca Juga :  Polres MUBA Sabet Juara 1 Penilaian KTL, Bupati dan Wabup Beri Apresiasi Tinggi