monopolisumselnews | Lahat –
Anggota DPD/MPR RI Dapil Sumatera Selatan, Hj. Eva Susanti, S.E., M.M., kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Kali ini, sosialisasi Empat Pilar MPR RI digelar dengan nuansa kekeluargaan di kediaman Anggota DPRD Kabupaten Lahat Fraksi Golkar, Eva Lili Susanti, yang juga merupakan keluarga besar Hj. Eva Susanti, di Desa Muarasiban, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, antara lain mantan anggota DPRD Lahat tiga periode, Drs. H. Purnawarman Kias, SH; Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lahat, Sri Marhaeni Wulansih, SH; tokoh agama Fikri; tokoh adat; serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Drs. H. Purnawarman Kias, SH, menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Hj. Eva Susanti di kediaman anak menantunya. Ia menilai kegiatan sosialisasi ini sebagai momen penting untuk kembali menanamkan nilai-nilai kebangsaan, khususnya Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Selamat datang di Kabupaten Lahat, Ibu Eva. Kehadiran Ibu merupakan kebanggaan bagi kami, apalagi dalam rangka kegiatan yang mulia ini,” ujar Purnawarman.
Dalam pemaparannya, Hj. Eva Susanti menegaskan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI harus merata di seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya kalangan elit politik atau akademisi. Ia menekankan peran sentral perempuan, khususnya kaum ibu, dalam menanamkan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda.
“Empat Pilar MPR RI adalah fondasi berbangsa dan bernegara. Nilai-nilainya harus dipahami, diamalkan, dan diajarkan kepada anak-anak kita—terutama oleh para ibu, karena ibu adalah guru pertama dalam keluarga,” ujar Eva, yang merupakan putri daerah kelahiran Tanah Abang, Kecamatan Batang Hari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin.
Menambah bobot kegiatan, hadir pula Dr. Hilmin sebagai narasumber. Ia menekankan pentingnya penghayatan terhadap nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila bukan sekadar teks yang dihafal, tapi harus dihidupkan dalam perilaku sehari-hari—di rumah, lingkungan, dan masyarakat. Begitu pula semangat Bhinneka Tunggal Ika yang harus tercermin dalam sikap toleransi,” ujarnya.
Sosialisasi berlangsung dalam suasana santai namun sarat makna. Puluhan ibu-ibu dan sejumlah bapak-bapak tampak antusias mengikuti paparan, berdiskusi, dan menyampaikan pandangan mereka, khususnya terkait peran perempuan dalam menjaga harmoni sosial dan nilai kebangsaan di lingkungan keluarga.
Kegiatan ini juga diwarnai dengan momen hangat ketika Hj. Eva Susanti menyempatkan diri untuk berswafoto dan berdialog akrab dengan warga.
“Ini momen luar biasa bagi kami. Kami merasa dihargai dan diberi ruang untuk memahami Empat Pilar. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ujar salah satu peserta yang berasal dari komunitas ibu-ibu pengajian.
Hj. Eva berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi jembatan dalam menumbuhkan nasionalisme dari akar rumput, dimulai dari komunitas terkecil seperti keluarga dan kelompok pengajian. Ia menekankan bahwa membangun bangsa tidak harus dimulai dari hal besar, tetapi dari kesadaran kolektif di lingkungan terdekat.
“Membangun bangsa bisa dimulai dari rumah sendiri. Jika ibu-ibu kuat dalam nilai kebangsaan, maka anak-anak dan generasi mendatang juga akan tumbuh dengan karakter yang kuat,” pungkasnya.
Laporan : Amir Alimin






