monopolinews.com | Prabumulih – Pemadaman listrik yang terjadi sejak sore hari pada Rabu (18/03/2026) di sejumlah wilayah Kota Prabumulih ternyata berlangsung hingga sekitar pukul 00.06 WIB.
Kondisi ini semakin memicu kemarahan warga karena durasi padam yang dinilai terlalu lama tanpa kejelasan.
Keluhan demi keluhan terus bermunculan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Warga menilai dampak pemadaman bukan hanya sekadar gangguan biasa, tetapi sudah menimbulkan kerugian materil dan non-materil yang cukup besar, terutama di momen menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pelaku usaha kecil hingga masyarakat umum mengaku dirugikan. Selain kehilangan potensi pendapatan, banyak barang dagangan yang rusak akibat tidak adanya aliran listrik dalam waktu lama.
Di berbagai kolom komentar pada sejumlah postingan yang viral, netizen meluapkan kekesalan mereka dengan nada pedas.
Salah satu keluhan yang paling banyak muncul adalah rusaknya stok makanan beku, terutama es krim yang menjadi salah satu sajian favorit saat Lebaran.
“Makmane ini pak PLN, Es Krim kami duo Ember laju cair galo. Siapo yang nak gantinyo ini,” ketus salah satu netizen, menggambarkan kekecewaan warga dengan logat daerah.
Kondisi ini dianggap sepele, namun bagi banyak warga justru cukup menyakitkan.
Selain kerugian ekonomi, ada juga kekecewaan karena persiapan menyambut hari raya jadi berantakan.
Sorotan kembali mengarah ke PLN yang dinilai lamban dalam melakukan penanganan gangguan.
Warga mempertanyakan mengapa pemadaman bisa berlangsung hingga hampir 7–8 jam tanpa adanya informasi yang jelas maupun langkah cepat perbaikan.
“Kalau urusan bayar cepat, tapi kalau begini lambat sekali. Ini yang bikin masyarakat kesal,” tulis netizen lainnya.
Warga pun mendesak adanya pertanggungjawaban dari PLN Prabumulih atas kerugian yang dialami.
“Kakgi Minta Maaf bai, giliran kami dek pacak nak minta maaf men agak lambat bayar PLN, taunye ngancam mutoskan,” tulis salah satu akun dalam komentar.
Mereka berharap ada evaluasi serius dari PLN Pusat untuk PLN Prabumulih, agar kejadian serupa tidak kembali terulang, apalagi di momen penting seperti menjelang Lebaran.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak PLN terkait penyebab Pasti maupun lamanya proses penanganan pemadaman tersebut.






