monopolisumselnews | Palembang – Bocornya 9 dokumen pertanggungjawaban pengeluaran dana Komite Sekolah di SMK Negeri 1 Palembang sepertinya membuat Plt Kepala SMK Negeri 1 Palembang berang.
Pasalnya, didalam 9 dokumen pertanggungjawaban Dana Komite Sekolah pada bulan Februari 2024 tersebut diduga digunakan untuk membayar Kepala Sekolah dan para guru.
Menurut data yang di himpun awak media, Riincian 9 dokumen pertanggungjawaban pengeluaran dana Komite SMK Negeri 1 Palembang diduga terdiri dari:
- Pembayaran kinerja tim penyusun RKJM, RKT, RKS.
- Pembayaran kinerja penanggungjawab ruang/lab praktik.
- Pembayaran kinerja tim pengembang kurikulum.
- Pembayaran kinerja tim literasi numerasi dan imtaq.
- Pembayaran kinerja tim piket.
- Pembayaran kinerja tim PPLB
- Pembayaran kinerja tim pengadaan barang.
- Pembayaran kinerja tim 10 K.
- Pembayaran kinerja tim penjamin mutu pendidikan Sekolah.
Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin, (14/4/2025) Plt Kepala SMK Negeri 1 Palembang Herlin Triansiska mengatakan, dirinya pada waktu itu masih menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang manejemen mutu.
“Semua tim pada masa kepemimpinan Pak Zulfikri itu sudah di ACC oleh Komite dan itu kebijakan Kepala Sekolah(Red-Zulfikri) dan kami mengikuti arahan beliau, jadi setiap mengeluarkan tim itu kami rapatkan terlebih dahulu”, ucap Herlin.
Pekerjaan yang sudah dibuat program kerja maka diperkenankan mendapat tunjangan kinerjanya.
Herlin membeberkan, di sekolah ini mendapatkan 3 dana, yaitu dana BOS, dana Pendidikan Sekolah Berkeadilan( PSB) dan dana Komite, dan semua pengeluaran dana itu melihat akan petunjuk juknisnya, jika itu tidak bisa digunakan menggunakan dana BOS kita lihat dijuknis dana PSB, dan jika tidak bisa digunakan di dana PSB kita lihat juknis Pergub dana Komite.
Ironisnya, Plt Kepala SMK Negeri 1 Palembang mendesak wartawan agar dapat mengungkapkan siapa yang membocorkan data tersebut.
“Siapa yang membocorkan data itu dan siapa namanya”, kata Herlin bertanya kepada wartawan.
Tidak hanya mendesak wartawan agar dapat mengungkap siapa yang membocorkan data, Plt Kepala SMKN 1 Palembang juga mengancam akan melaporkan ke Polisi.
“Kalau kami dikonfirmasi seperti ini terus kami akan melaporkan kepolisi, dan ini sudah menjadi bukti buat saya”, ancam Plt Kepala SMK Negeri 1 Palembang kepada wartawan.
Ditempat yang sama Ketua Komite SMK Negeri 1 Palembang Ahmad Mahir Amar menambahkan, itu sudah sesuai dengan tupoksinya, sehingga pihaknya keluarkan jasa buat panita yang melaksanakan kegiatan itu sebagai tambahan tambahan mereka meskipun tidak banyak.
“inikan program Sekolah yang diadakan oleh kepala Sekolah pada masa kepemimpinan Pak Zulfikri,” kata Ketua Komite.
Ia juga mengatakan, Bagi mereka selaku Komite Sekolah tidak bisa berbuat banyak untuk mengatur karena pihaknya berjalan sesuai dengan tupoksi dan sesuai dengan program yang ada.
“Perlu diketahui Pengurus Komite Sekolah beberapa orang berasal dari Wali murid dan Pak Marheri pensiunan TNI, selain itu ada Arifin Kalender yang merupakan tokoh masyarakat (Aktivis) Pak Kerni dan Ibu Heni serta bendahara pembantu”, ujarnya.
Laporan : Armin






