monopolisumselnews | MUBA — Warga di wilayah Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, mulai gerah dengan rutinitas yang sudah seperti “jadwal tetap”: pemadaman listrik setiap minggu.
Pemadaman yang disebut sebagai “pemeliharaan berkala” oleh pihak PLN ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, namun hari ini bahkan molor hingga pukul 17.00 WIB ini membuat warga makin geram.
Fitri, warga Perumahan GBL, mengaku pemadaman listrik yang terlalu sering membuatnya kewalahan, terlebih karena ia memiliki bayi.
“Kasihan anak saya, panas, kipas mati, semua peralatan rumah tangga tak bisa dipakai. Kalau sekali dua kali sih wajar, tapi kalau tiap minggu? Ya susah juga, namanya rumah bukan tenda camping,” ujarnya kesal dengan logat kental warga Sekayu.
Keluhan serupa juga datang dari warga lain yang menilai PLN seolah sedang “lomba padam tercepat”.
“Dalam seminggu itu wajib listrik padam, kalau nggak padam rasanya kurang afdol. Jaman boleh maju, tapi listrik lebih maju lagi padamnya,” ujar seorang warga dengan nada menyindir.
Warga berharap PLN tidak hanya lihai memasang spanduk “mohon maaf sedang ada pemeliharaan”, tapi juga memperbaiki sistem agar masyarakat tidak terus menjadi korban “pemadaman berkala rasa harian”.
Hingga berita ini di terbitkan, belum mendapatkan klarifikasi oleh pihak PLN Setempat.






