Banyak yang Belum Tau, Ada Hubungan Dekat Wedang Jahe Serai dengan Kabut Asap di Prabumulih?

monopolinews.com | Prabumulih — Apakah kamu tahu, dua bumbu dapur yang hampir selalu tersedia di rumah, jahe dan serai, bisa diolah menjadi minuman hangat yang memberikan sensasi nyaman pada tenggorokan?.

Di tengah kabut asap yang belakangan menyelimuti Kota Prabumulih, wedang jahe serai di percaya menjadi salah satu minuman tradisional yang menarik untuk dibahas, terutama terkait manfaat dan batas khasiatnya bagi kesehatan.

Kabut asap bukan sekadar mengurangi jarak pandang. Partikel halus dan polutan di udara juga dapat mengiritasi mata, hidung, serta tenggorokan.

Pada sebagian orang, paparan tersebut bisa memicu batuk, membuat tenggorokan terasa kering, bahkan memperburuk gangguan pernapasan yang sudah dimiliki sebelumnya.

Dalam situasi seperti ini, menjaga kondisi tubuh menjadi penting. Salah satu kebiasaan sederhana yang dilakukan sebagian masyarakat adalah menikmati minuman hangat, termasuk rebusan jahe dan serai.

Junianto, salah seorang warga prabumulih, mengaku cukup sering meminum wedang jahe serai sebelum tidur. Ia merasakan sensasi hangat dan rasa lebih nyaman pada tenggorokannya setelah menikmati minuman tersebut.

“Saya sering minum wedang jahe serai di campur sedikit madu sebelum tidur. Rasanya hangat dan membuat tenggorokan terasa lebih lega. Apalagi sekarang sedang ada kabut asap, saya merasa minuman ini bisa membantu membuat tenggorokan lebih nyaman,” ujar Junianto, Selasa (13/10/2026).

Ia percaya perpaduan dua bumbu dapur tersebut dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman ketika udara sedang dipenuhi asap.

Namun, pengalaman itu merupakan apa yang dirasakannya secara pribadi dan tidak bisa dijadikan bukti bahwa minuman tersebut mampu mengatasi dampak polusi udara.

Apa yang Membuat Jahe Menarik untuk Diteliti?

Apakah kamu tahu, jahe mengandung senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol? Kedua senyawa ini telah menjadi objek penelitian karena berpotensi memengaruhi respons saluran pernapasan.

# Baca Juga :  Tim Tekab Sunyi Senyap Bekuk Pencuri Besi di Patih Galung, Tiga Komplotannya Masih Buron

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Journal of Respiratory Cell and Molecular Biology pada 2013 menemukan bahwa sejumlah senyawa dalam jahe berpotensi membantu merelaksasi otot polos saluran pernapasan dalam pengujian laboratorium.

Temuan tersebut menarik, tetapi ada hal penting yang perlu dipahami. Penelitian laboratorium tidak sama dengan penelitian klinis pada manusia.

Sampai saat ini, bukti tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa meminum wedang jahe serai dapat membuka saluran pernapasan, mengatasi sesak napas, atau melindungi paru-paru dari paparan kabut asap.

Sementara itu, serai dikenal memiliki aroma khas dan sering digunakan dalam minuman tradisional. Ketika direbus bersama jahe, serai memberikan aroma dan cita rasa yang khas. Sajian hangatnya dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan serta memberikan rasa nyaman sementara pada tenggorokan.

Dengan kata lain, wedang jahe serai dapat dinikmati sebagai minuman pendamping, tetapi bukan sebagai obat untuk mengatasi gangguan pernapasan akibat polusi udara.

Cara Sederhana Membuat Wedang Jahe Serai

Kabar baiknya, minuman ini relatif mudah dibuat di rumah. Bahan yang dibutuhkan juga sederhana.

2–3 ruas jahe, dicuci bersih.

1–2 batang serai, dicuci dan dimemarkan.

500–600 mililiter air.

Madu atau gula secukupnya jika diinginkan.

Cara membuatnya, memarkan jahe dan serai, kemudian rebus bersama air selama sekitar 10–15 menit. Setelah aroma keduanya keluar, saring air rebusan dan tunggu hingga suhunya nyaman untuk diminum.

Minuman ini bisa dinikmati pada pagi atau malam hari. Hindari meminumnya ketika masih terlalu panas. Penambahan gula juga sebaiknya dibatasi sesuai kebutuhan.

Jangan Sampai Keliru Menghadapi Kabut Asap

Meski wedang jahe serai dapat menjadi pilihan minuman hangat, masyarakat perlu memahami bahwa minuman tersebut tidak menetralkan polutan, tidak membersihkan paru-paru dari partikel asap, dan tidak menggantikan perlindungan dari kualitas udara yang buruk.

# Baca Juga :  IPA Convex 2026: PHR Paparkan Keunggulan Operasi dan Inovasi untuk Mencapai Prestasi Produksi Regional 1 Sumatra

Langkah yang lebih penting adalah mengurangi paparan asap. Masyarakat dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika udara memburuk, menghindari olahraga di area berasap, serta menjaga udara di dalam rumah tetap bersih. Jika harus keluar rumah, respirator yang sesuai, seperti N95, dapat membantu mengurangi paparan partikel halus.

Apabila muncul sesak napas, napas berbunyi atau mengi, nyeri dada, maupun gejala pernapasan yang semakin berat, segera cari pertolongan medis. Jangan mengandalkan minuman tradisional untuk menunda pemeriksaan.

Di tengah kabut asap yang melanda Prabumulih, wedang jahe serai boleh menjadi bagian dari kebiasaan menikmati minuman hangat.

Namun, memahami manfaatnya secara tepat sama pentingnya dengan menjaga kesehatan. Minuman tradisional dapat memberikan kenyamanan, sementara perlindungan dari paparan polusi tetap menjadi langkah utama.